Aqiqah Wujud Syukur dan Kepedulian Sosial dalam Islam

  • 03 Jun 2026 20:31 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Sungailiat — Aqiqah merupakan salah satu syariat Islam yang dianjurkan sebagai bentuk rasa syukur atas kelahiran anak.

Dalam tausiyahnya Ustaz Jaja Sulaiman mengatakan pelaksanaan aqiqah tidak hanya memiliki dimensi ibadah, tetapi juga mengandung nilai sosial, pendidikan, dan kepedulian terhadap sesama.

" Aqiqah itu berarti rambut yang tumbuh di kepala bayi yang baru lahir. Sementara secara syariat, aqiqah adalah penyembelihan hewan tertentu yang dilaksanakan pada hari ketujuh setelah kelahiran anak,"jelas ustaz Jaja dalam program mutiara pagi di pro 1 RRI Sungailiat.

Dasar pelaksanaan aqiqah bersumber dari sejumlah hadis Nabi Muhammad Saw. Salah satunya hadis riwayat Salman bin Amir yang menjelaskan bahwa setiap anak memiliki aqiqah yang menyertainya sehingga dianjurkan untuk menyembelihkan hewan aqiqah dan menghilangkan gangguan dari dirinya.

" Selain penyembelihan hewan, rangkaian aqiqah juga mencakup pencukuran rambut bayi dan pemberian nama yang baik. Dalam ajaran Islam, nama memiliki makna penting karena mengandung doa, harapan, serta harapan keberkahan bagi anak yang menyandangnya,"ujarnya.

Pendengar RRI Sabihis asal Labu menilai pelaksanaan aqiqah juga dapat mempererat hubungan sosial di lingkungan masyarakat.

"Biasanya saat aqiqah, keluarga berbagi makanan kepada tetangga dan kerabat. Dari situ terjalin silaturahmi yang lebih erat dan kebersamaan di tengah masyarakat," katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....