Tanpa Ikhlas, Amal Sia-sia

  • 31 Mei 2026 22:02 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Sungailiat - Keikhlasan menjadi kunci utama dalam menentukan diterima atau tidaknya suatu amal ibadah. Hal ini disampaikan Ustaz Jaja Sulaiman dalam kajian Mutiara Pagi RRI yang menekankan pentingnya meluruskan niat dalam setiap perbuatan.

Menurutnya, banyak orang berlomba-lomba melakukan kebaikan, namun tidak sedikit yang lupa menjaga niatnya agar tetap semata-mata karena Allah SWT.

“Amal itu tidak hanya dilihat dari besar atau kecilnya, tetapi dari niatnya. Bisa jadi amal yang terlihat kecil justru besar di sisi Allah karena ikhlas, dan sebaliknya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tanpa keikhlasan, amal kebaikan berpotensi kehilangan nilainya. Bahkan, perbuatan baik yang dilakukan dengan tujuan mencari pujian atau pengakuan manusia dapat berubah menjadi sia-sia.

“Kalau niatnya sudah bercampur dengan keinginan dipuji atau dilihat orang lain, maka itu yang harus kita waspadai. Karena bisa jadi amal itu tidak bernilai di hadapan Allah,” katanya.

Ustaz Jaja juga mengingatkan bahwa menjaga keikhlasan bukan perkara mudah. Dibutuhkan kesadaran dan latihan terus-menerus agar hati tetap lurus dalam beramal.

Ia menambahkan, salah satu cara menjaga keikhlasan adalah dengan tidak terlalu memikirkan penilaian manusia, serta memperbanyak muhasabah atau introspeksi diri.

“Fokuslah pada bagaimana Allah menilai kita, bukan manusia. Karena penilaian manusia bisa berubah-ubah, sementara Allah Maha Mengetahui isi hati,” tuturnya.

Sejumlah pendengar turut memberikan tanggapan atas kajian tersebut. Rudi, salah satu pendengar, mengaku tersadar bahwa selama ini dirinya masih sering berharap pengakuan dari orang lain saat berbuat baik.

“Kadang kita merasa sudah berbuat baik, tapi ternyata masih ingin dilihat orang. Dari kajian ini saya jadi lebih hati-hati menjaga niat,” ungkapnya.

Sementara itu, Ria menilai pesan tentang ikhlas sangat penting, terutama di tengah kehidupan saat ini yang penuh dengan dorongan untuk menampilkan kebaikan di hadapan publik.

“Sekarang ini mudah sekali orang menunjukkan kebaikan di media sosial. Kajian ini jadi pengingat bahwa yang terpenting bukan dilihat manusia, tapi diterima oleh Allah,” ujarnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....