Lokasi dan Skema Pembiayaan Pembangunan RS Jantung-Stroke di Babel
- 03 Agt 2026 15:49 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Pangkalpinang- Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) terus mematangkan rencana pembangunan Rumah Sakit (RS) Khusus Jantung dan Stroke. Lokasi di sekitar Kawasan GOR Sahabudin dinilai paling layak untuk dijadikan area pembangunan fasilitas kesehatan tersebut berdasarkan hasil Feasibility Study (FS) atau studi kelayakan.
Kepala Badan Perencanaan dan Pembangungan Daerah (Bappeda) Provinsi Bangka Belitung, Joko Triadhi, mengatakan, sebelumnya terdapat tiga lokasi yang masuk dalam kajian, sebelum akhirnya lokasi di sekitar GOR Sahabudin terpilih.
Joko menjelaskan, estimasi kebutuhan anggaran pembangunan fisik gedung rumah sakit ini mencapai Rp293 miliar. Anggaran tersebut dihitung berdasarkan pemenuhan luasan minimal bangunan rumah sakit sebesar 22.000 meter persegi.
"Anggaran tersebut sebetulnya masih sifatnya estimasi. Perhitungan awal untuk fisik gedungnya sekitar Rp273 miliar. Namun angka itu menjadi Rp293 miliar karena mencakup komponen perencanaan, seperti penyusunan Detailed Engineering Design (DED) dan Manajemen Konstruksi (MK) yang mendampingi proses dari awal hingga pelaksanaan," kata Joko, Senin 3 Agustus 2026.
Pembangunan gedung ini direncanakan menggunakan skema tahun jamak (multiyears) yang akan dimulai dengan pengadaan dokumen perencanaan pada Oktober mendatang. Dimana target fisik mulai terbangun pada 2027.
Terkait pembiayaan, Pemerintah Provinsi Babel merancang dua skema terpisah antara pembangunan fisik gedung dengan pengadaan sarana dan prasarana (sarpras) medisnya. Infrastruktur Gedung diencanakan menggunakan pembiayaan dari skema pinjaman daerah. Sementara sarana dan prasarana (Sarpras), SDM, dan Operasional dibiayai langsung melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Kepala Dinas Kesehatan Babel, Ria Agustine, mengatakan, pembangunan Rumah Sakit Jantung dan Stroke merupakan kebutuhan yang didasarkan pada analisis epidemiologi penyakit tidak menular di Bangka Belitung.
"Data pelayanan rumah sakit menunjukkan bahwa penyakit jantung dan stroke secara konsisten menjadi penyebab utama kesakitan dan kematian di Prov Babel. Penanganan kedua penyakit ini sangat bergantung pada kecepatan akses layanan. Semakin cepat pasien mendapatkan tindakan medis, semakin besar peluang hidup dan semakin kecil risiko kecacatan permanen," kata Ria, dalam keterangan resmi.
Ia menambahkan, rumah sakit yang berada di pusat Kota Pangkalpinang akan mempercepat sistem rujukan dari puskesmas maupun rumah sakit di tingkat kabupaten/kota.
"Rumah sakit ini diharapkan menjadi pusat layanan jantung dan stroke yang modern dengan dukungan fasilitas Cathlab, ICU, ICVCU, Stroke Center, serta tenaga kesehatan yang kompeten. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh atau dirujuk ke luar daerah untuk memperoleh pelayanan yang optimal," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....