Pembangunan RS Jantung dan Stroke di Babel Investasi Kesehatan Jangka Panjang

  • 03 Agt 2026 15:36 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Pangkalpinang- Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berencana membangun Rumah Sakit Jantung dan Stroke. Proyek ini dinilai mendesak dan menjadi investasi kesehatan jangka panjang bagi masyarakat.

Kepala Bappeda Babel, Joko Triadhi, mengatakan pembangunan RS ini sudah masuk RPJMD dan menjadi salah satu dari 21 program strategis daerah. Keputusan itu didasarkan pada data peningkatan penderita dan angka kematian akibat jantung dan stroke di Babel.

"Penyakit tidak menular tertinggi di Babel adalah hipertensi dan diabetes. Ujungnya berpotensi besar lari ke jantung dan stroke. RS ini disiapkan untuk mengatasi potensi masalah kesehatan yang jauh lebih besar di masa depan," kata Joko di Pangkalpinang, Senin, 3 Agustus 2026.

Pemprov juga memutuskan tidak mengembangkan layanan ini di RSUD Ir. Soekarno. Alasannya, rumah sakit tersebut tidak memiliki layout untuk unit khusus, lahan terbatas, dan konstruksi besar dikhawatirkan mengganggu pelayanan yang berjalan.

Untuk pendanaan, Pemprov mengusulkan pinjaman Rp300 miliar ke Bank Sumsel Babel. Gubernur Babel, Hidayat Arsani, menyebut pinjaman itu satu-satunya opsi karena APBD tidak cukup.

"Ya itu kita pinjam karena jika tidak pinjam kita tidak bisa membangun. Tidak ada pilihan, karena kita memang harus membangun rumah sakit jantung dan stroke," ujarnya, Kamis, 30 Juli 2026.

Menurut Hidayat, fasilitas di RS pemerintah maupun swasta saat ini belum memadai. Ia berharap dengan adanya RS khusus ini masyarakat tidak perlu lagi berobat ke Jakarta. Pembangunan ditargetkan dimulai tahun 2027. Pinjaman akan dibayar setelah PT Timah menyetor Dana Bagi Hasil ke Pemprov.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....