Inovasi Beltim Lolos IGA Kemendagri Naik 90 Persen
- 11 Jun 2026 17:41 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Belitung Timur- Inovasi daerah Beltim lolos Indeks Government Award (IGA) Kemendagri naik hampir 90 persen di 2026. Dari 35 inovasi tahun lalu jadi 67 inovasi terverifikasi nasional.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Inovasi dan Riset Daerah (Bapperida) Kabupaten Belitung Timur, Ilfan Suryawan mengatakan jumlah inovasi yang berkembang di lingkungan pemerintah daerah sebenarnya lebih dari 100 inovasi. Namun tidak seluruhnya dapat masuk dalam sistem penilaian IGA karena harus memenuhi sejumlah indikator dan nilai minimum yang telah ditetapkan oleh Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri.
Ilfan menilai peningkatan jumlah inovasi tersebut menunjukkan semakin tumbuhnya kesadaran aparatur pemerintah untuk menghadirkan solusi kreatif dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
"Yang menggembirakan adalah pola pikir inovatif mulai tumbuh. Aparatur tidak hanya menjalankan rutinitas, tetapi mulai berpikir bagaimana pekerjaan bisa dilakukan lebih efektif dan memberi manfaat yang lebih besar kepada masyarakat," ujar Ilfan, Kamis, 11 Juni 2026.
Untuk mendorong lahirnya inovasi baru, Pemerintah Kabupaten Belitung Timur telah menerbitkan Surat Edaran Bupati yang mendorong setiap perangkat daerah menghadirkan minimal satu inovasi. Melalui kebijakan tersebut, Pemkab Belitung Timur menargetkan jumlah inovasi yang memenuhi standar nasional terus meningkat hingga menembus lebih dari 100 inovasi pada tahun-tahun mendatang.
Sementara itu, Bupati Belitung Timur yang diwakili Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Hendri menyebutkan bahwa capaian Indeks Inovasi Daerah Kabupaten Belitung Timur terus mengalami peningkatan dalam tiga tahun terakhir. Nilai Indeks Inovasi Daerah tercatat naik dari 53,69 pada tahun 2023 menjadi 55,38 pada tahun 2024, kemudian meningkat kembali menjadi 58,29 pada tahun 2025.
"Selain itu, jumlah inovasi yang di submit ke aplikasi IGA Kemendagri juga mengalami peningkatan, dari 18 inovasi pada tahun 2023 menjadi 26 inovasi pada tahun 2024 dan 35 inovasi pada tahun 2025," ujarnya.
Menurut Hendri, capaian tersebut patut diapresiasi, namun inovasi tidak boleh hanya berorientasi pada penilaian atau kompetisi semata. Ia menegaskan, keberhasilan sebuah inovasi tidak diukur dari banyaknya aplikasi atau program yang dibuat, melainkan dari manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
"Karena itu, seluruh inovator daerah didorong untuk terus menghadirkan inovasi yang relevan, aplikatif, dan mampu meningkatkan efektivitas pelayanan publik serta mendukung kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Belitung Timur," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....