Dindik Beltim Tegaskan Tidak Ada Praktik Titip Menitip dalam SPMB
- 01 Jun 2026 21:47 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Belitung Timur - Dinas Pendidikan Kabupaten Belitung Timur menegaskan seluruh proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 akan dilakukan sesuai aturan tanpa adanya praktik titip-menitip maupun perlakuan khusus bagi calon peserta didik.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Belitung Timur, Sabarudin, mengatakan secara umum mekanisme SPMB tahun ini tidak jauh berbeda dibandingkan tahun sebelumnya yang telah menerapkan sistem berbasis digital. Namun, pada pelaksanaannya tahun ini, Dinas Pendidikan mengusung tagline "Cerdas, Berkarakter, dan Berprestasi".
"Setiap warga Belitung Timur yang memenuhi persyaratan harus mendapatkan kesempatan yang sama untuk mengakses pendidikan. Tidak boleh ada diskriminasi dalam proses penerimaan murid baru," kata Sabarudin usai peluncuran SPMB Kabupaten Belitung Timur, Senin, 1 Mei 2026.
Ia menjelaskan, Dinas Pendidikan akan membuka akses seluas-luasnya bagi masyarakat untuk mengikuti SPMB. Sosialisasi juga akan dilakukan secara masif kepada sekolah-sekolah, baik tingkat TK maupun SD, agar informasi terkait mekanisme pendaftaran dapat diterima oleh seluruh calon peserta didik dan orang tua.
"Dalam waktu dekat, kita akan mengumpulkan seluruh kepala sekolah untuk memperkuat sosialisasi SPMB melalui berbagai platform, termasuk media sosial sekolah. Hal itu dilakukan untuk memastikan masyarakat memahami proses pendaftaran yang kini dilaksanakan secara daring," katanya.
Selain itu, Sabarudin menegaskan seluruh tahapan SPMB dilaksanakan secara gratis dan bebas dari praktik pungutan liar. Komitmen tersebut juga diperkuat melalui penandatanganan pakta integritas oleh pihak-pihak terkait.
Salah seorang orang tua murid di Manggar, Mila menyambut baik pelaksanaan SPMB yang dilakukan secara transparan dan berbasis digital. Menurutnya, sistem tersebut dapat memberikan kepastian bagi masyarakat sekaligus mengurangi kekhawatiran terkait praktik titip-menitip dalam penerimaan siswa baru.
"Kami sebagai orang tua tentu berharap proses penerimaan berjalan adil untuk semua anak. Dengan sistem yang terbuka dan informasi yang jelas, kami merasa lebih tenang saat mendaftarkan anak ke sekolah," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....