Kebutuhan Hewan Kurban di Beltim Didominasi Pasokan Luar Daerah
- 14 Mei 2026 15:17 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Belitung Timur - Kebutuhan hewan kurban di Kabupaten Belitung Timur masih didominasi pasokan dari luar daerah. Hal itu disebabkan kemampuan peternak lokal dalam memenuhi kebutuhan sapi kurban masyarakat masih terbatas.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Distangan) Kabupaten Belitung Timur diwakili Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan HewanTherissia Hati mengatakan, saat ini kontribusi sapi lokal baru mampu memenuhi sekitar 40 persen dari total kebutuhan hewan kurban di daerah tersebut.
“Kalau untuk sapi lokal sendiri mungkin baru bisa memenuhi sekitar 40 persen kebutuhan. Sisanya masih didatangkan dari luar,” kata Therissia di Manggar, Kamis, 15 Mei 2026.
Meski masih bergantung pada pasokan luar daerah, Therissia menilai perkembangan peternakan lokal mulai menunjukkan tren positif. Jika pada tahun sebelumnya kontribusi sapi lokal hanya berada di kisaran 30 persen, kini meningkat menjadi sekitar 40 persen.
Menurutnya, peningkatan tersebut didorong mulai berkembangnya pola integrasi peternakan sapi dengan perkebunan sawit yang diterapkan sejumlah peternak lokal. Pola tersebut dinilai membantu peternak dalam penyediaan lahan penggembalaan dan pakan ternak.
“Sekarang sudah mulai banyak peternak yang mengembangkan sapi Bali di kawasan kebun sawit. Jadi ada perkembangan yang lebih baik dalam pengembangan perbibitan ternak sapi,” ujarnya.
Therissia optimistis kemampuan peternak lokal untuk memenuhi kebutuhan hewan kurban akan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan. Ia menargetkan kontribusi sapi lokal secara bertahap dapat mencapai 60 hingga 80 persen.
"Masih terdapat sejumlah tantangan dalam pengembangan peternakan di Belitung Timur. Salah satunya adalah pola pikir masyarakat yang sebagian besar masih menganggap beternak hanya sebagai pekerjaan sampingan," katanya.
Untuk mendorong peningkatan populasi ternak lokal, Dinas Pertanian dan Pangan juga menjalankan program perguliran ternak. Program tersebut dilakukan dengan melibatkan kelompok peternak, salah satunya Kelompok Ternak Mang Jaya Desa Mempayaya Kecamatan Damar yang beberapa waktu lalu telah menerima bantuan sapi.
Ketua Kelompok Ternak Mang Jaya, Suhairil menegaskan komitmen kelompoknya untuk menjaga keberlanjutan program ini agar memberikan hasil maksimal.
"Harapan kami, sapi-sapi ini bisa berkembang biak dan dalam tiga tahun ke depan sudah bisa bergulir kembali ke kelompok lain, sehingga manfaatnya bisa dirasakan lebih luas,” kata Suhairil.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....