Retribusi Daerah Bangka 2026 Ditopang BLUD dan OPD Pengelola

  • 07 Mei 2026 12:21 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Sungailiat - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka terus mengoptimalkan sektor retribusi daerah sebagai salah satu sumber utama Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada tahun 2026. Dalam upaya mencapai target yang telah ditetapkan, peran Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dan organisasi perangkat daerah (OPD) pengelola dinilai sangat krusial.

Dari hasil evaluasi terbaru, realisasi retribusi daerah tercatat mencapai sekitar Rp39 miliar atau 38,04 persen dari target Rp103 miliar. Capaian tersebut menunjukkan tren positif dan masih berada dalam jalur yang diharapkan.

Bupati Bangka Fery Insani menjelaskan, kontribusi terbesar terhadap retribusi berasal dari BLUD, yang mengelola berbagai layanan publik dan memiliki potensi pendapatan yang cukup signifikan. Sementara itu, OPD pengelola retribusi lainnya juga terus didorong untuk meningkatkan efektivitas pemungutan di masing-masing sektor.

Strategi peningkatan retribusi tidak dilakukan melalui kenaikan tarif, melainkan dengan pembenahan sistem serta peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Kita tidak menaikkan tarif. Yang kita lakukan adalah merapikan sistem dan meningkatkan pelayanan, sehingga masyarakat lebih patuh dalam membayar retribusi,” katanya, Rabu, 6 Mei 2026.

Secara keseluruhan, target PAD Kabupaten Bangka tahun 2026 dipatok sebesar Rp235 miliar. Selain retribusi daerah Rp103 miliar, komponen lainnya terdiri dari pajak daerah sebesar Rp123 miliar, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan Rp6,5 miliar, serta lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp1,5 miliar.

Hingga saat ini, realisasi PAD telah mencapai Rp83 miliar atau sekitar 35,52 persen.

Meski demikian, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Bangka Hariyadi mengatakan, sejumlah tantangan masih dihadapi, terutama terkait piutang Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang belum tertagih secara maksimal.

“ Untuk itu kita berikan layanan pemutihan pembayaran PBB selama 3 bulan ini, mulai April, Mei dan Juni,” kata Hariyadi yang kerap disapa Didik.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....