Bupati Bangka: Hasil Evaluasi Realisasi PAD Sesuai Jalur
- 06 Mei 2026 13:04 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Sungailiat - Bupati Bangka, Fery Insani, memastikan hasil evaluasi kinerja pemerintah daerah pada triwulan I (TW I) tahun berjalan masih berada pada jalur yang tepat atau on the track. Sejumlah target, khususnya terkait Pendapatan Asli Daerah (PAD), disebut masih sesuai dengan perencanaan meski tetap memerlukan sejumlah penyesuaian.
Fery menegaskan, evaluasi tidak hanya berfokus pada capaian, tetapi juga pada efektivitas program dan kebijakan di lapangan. Salah satu langkah yang diambil yakni menghapus sejumlah pungutan yang dinilai tidak lagi relevan dan tidak memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan daerah.
“Ada beberapa yang kita anggap tidak perlu lagi, misal BBI, walaupun ada aturan untuk menjual ikan, tidak perlu lagilah, kita evaluasi dan tidak kita pungut. Pemerintah tidak perlu mengurus hal-hal yang tidak efektif,” ujarnya, Rabu, 6 Mei 2026.
Selain itu, pemerintah daerah juga melakukan perbaikan pada sejumlah sektor yang belum mencapai target. Salah satunya terkait pengelolaan Balai Benih Ikan (BBI) yang dinilai belum optimal, sehingga perlu dilakukan penyesuaian kebijakan ke depan.
Di sisi lain, Pemkab Bangka mulai mengarahkan pada belanja yang bersifat investatif, terutama dalam pengembangan objek wisata dan infrastruktur pendukung. Langkah ini dinilai dapat mendorong peningkatan PAD secara berkelanjutan.
“Objek wisata yang potensial akan kita benahi dan bangun. Ini bagian dari upaya meningkatkan daya tarik daerah sekaligus mendongkrak pendapatan,” kata Fery.
Untuk target PAD, tahun 2025 kemarin sejumlah Rp250 miliar. Angka tersebut diproyeksikan meningkat menjadi Rp270 hingga Rp280 miliar pada 2026, dan diharapkan mampu menembus Rp300 miliar pada 2027. Kenaikan itu, menurut Fery, cukup signifikan, sehingga membutuhkan strategi yang matang, terutama dalam mengoptimalkan sektor pajak dan retribusi daerah tanpa harus membebani masyarakat.
“Saya tidak menaikkan tarif. Yang kita lakukan adalah merapikan sistem, terutama di pasar dan sektor retribusi lainnya,” ujarnya.
Pemkab Bangka juga menargetkan tambahan sekitar Rp30 miliar dari sektor retribusi, dengan rata-rata kontribusi retribusi diperkirakan mencapai 30 persen. Namun demikian, peningkatan tersebut akan diiringi dengan perbaikan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Sebagai bagian dari upaya itu, pemerintah daerah berencana melakukan revitalisasi pasar pada tahun depan guna meningkatkan kenyamanan dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Sementara Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Bangka Hariyadi menjelaskan, komponen PAD yang terus dioptimalkan meliputi pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, serta sumber-sumber pendapatan lainnya yang sah.
“Kalau secara umum, Insya Allah pada tahun 2026 bisa tercapai sesuai target,” kata Hariyadi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....