Tahanan Kabur dari Rutan Polres Bangka Ditangkap di Koba
- 09 Apr 2026 19:01 WIB
- Sungailiat
Poin Utama
- Tahanan kabur ditangakap di Koba
RRI.CO.ID, Pangkalpinang- Tim Opsnal gabungan kembali meringkus satu tahanan Polres Bangka yang melarikan diri pada Rabu 8 April dini hari kemarin. Tahanan bernama Weli (35) ditangkap di Koba, Kabupaten Bangka Tengah.
"Satu tahanan yang melarikan diri dari sel Polres Bangka dengan nama Weli 35 tahun berhasil diamankan oleh Tim gabungan dari Sat Reskrim Polres Bangka Tengah dan Polres Bangka sekitar pukul 10.20 Wib," kata Kabid Humas Polda Bangka Belitung Kombes Pol Agus Sugiyarso, Kamis 9 April 2026.
Tahanan ini diringkus saat berada di Jalan Pasar Lama Kelurahan Koba Kecamatan Koba Kabupaten Bangka Tengah. Agus juga menambahkan, penangkapan dilakukan usai Tim Opsnal gabungan menerima informasi terkait keberadaan tahanan bernama Weli.
"Setelah menerima informasi, Tim Opsnal gabungan langsung bergerak cepat melakukan pengejaran di Jalan Pasar Lama Koba hingga akhirnya berhasil mengamankan tahanan atas nama Weli," katanya.
Selain mengamankan Weli, Tim opsnal gabungan turut mengamankan sepeda motor dari tangan tahanan yang diketahui merupakan hasil curian.
"Tahanan atas nama Weli saat ini sudah dibawa ke Polres Bangka termasuk informasi yang kita terima bahwa sepeda motor yang dipakai Weli untuk melarikan diri adalah hasil curian dengan TKP di Sungailiat Kabupaten Bangka," ucapnya.
Agus menyebutkan hingga saat ini sudah ada 6 tahanan yang diamankan dari total 8 tahanan yang melarikan diri dari sel Polres Bangka.
"Jadi perkembangan sampai saat ini, tersisa 2 tahanan yang masih dalam pencarian ataupun pengejaran atas nama Rosi 36 tahun dan Anugerah 23 tahun," ujarnya.
Terpisah, Kapolres Bangka AKBP Deddy Dwitiya Putra mengatakan, delapan tahanan tersebut melarikan diri dengan cara merusak bagian teralis sel.
Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan satu batang teralis sel yang telah digergaji oleh para tahanan.
“Dari hasil pengecekan di TKP, ada satu batang teralis yang digergaji oleh para tahanan yang melarikan diri tersebut,” kata Deddy.
Polisi kini masih mendalami asal-usul gergaji yang digunakan untuk merusak teralis tersebut. Dugaan sementara, alat itu masuk saat proses pembesukan oleh keluarga tahanan.
“Untuk asal gergaji masih kita dalami. Dugaan sementara berasal dari barang bawaan saat pembesukan, namun ini masih dalam pemeriksaan,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....