UMKM Bangka Sesuaikan Harga Produk, imbas Kenaikan Bahan Baku
- 15 Apr 2026 15:32 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Sungailiat - Sejumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Bangka mulai menyesuaikan harga jual produk menyusul kenaikan harga bahan baku dan kemasan plastik saat ini.
Kenaikan harga bahan baku seperti tepung, ikan, minyak goreng, ditambah dengan melonjaknya harga plastik untuk kemasan, membuat biaya produksi meningkat signifikan.
Salah satu pelaku UMKM Keken mengaku, pihaknya terpaksa menaikkan harga jual produk Rp10 ribu setiap kilogram.
“Karena kita tidak memiliki pilihan selain menaikkan harga jual agar usaha tetap berjalan, ikan tenggiri saja gak turun – turun sekilo Rp100 ribu, biasanya masih bisa turun berkisar Rp80 ribu – Rp90 ribu per kilogram, belum lagi minyak goreng, plastiknya,” kata Keken, Rabu, 15 April 2026.
Para pelaku UMKM mengaku dilema dengan kondisi tersebut. Di satu sisi, mereka harus menjaga keberlangsungan usaha, namun disisi lain juga mempertimbangkan daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih.
“Kita jual kretek, yang ukuran satu ons Rp15 ribu menjadi Rp16 ribu per bungkus, kalau sekilo semula Rp150 ribu kita jual Rp160 ribu, tapi kenaikan ini kita sudah kasih tau ke konsumen, terutama yang sudah pesen,” ucap dia.
Warga Sungailiat Fanny menilai, agar kenaikan harga barang bisa disikapi bersama oleh pemerintah dan masyarakat.
“Untuk mengurangi biaya pengeluaran, masyarakat bisa mulai menanam, misal cabai, perbumbuan, penggunaan plastik bisa diganti dengan tas kresek yang bisa dicuci dan digunakan berulang,” ucap Fanny.
Dengan kenaikan harga plastik, dikatakan Fanny, masyarakat juga dapat mengambil sisi positif dengan mengurangi sampah plastik, penggunaan kemasan plastik yang berpotensi terhadap pencemaran mikroplastik yang berbahaya bagi tubuh.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....