Stabilkan Usaha di tengah Kompetitor dan Kenaikan Bahan Baku

  • 30 Mar 2026 16:31 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Sungailiat - Kenaikan harga kebutuhan bahan baku telah menekan laba Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Harga bahan baku dan kebutuhan pokok lainnya yang meningkat, seperti beras, gula, dan minyak goreng, telah memaksa pelaku UMKM untuk melakukan penyesuaian strategi agar tetap kompetitif.

Pemilik Rumah Makan Indowarteg di Sungailiat, di antaranya menghadapi kenaikan harga berbagai bahan pokok itu saat ini. Kondisi itu menekan laba meskipun omzet warung naik 30 persen pascalebaran.

"Harga minyak goreng, beras, dan gula semuanya naik. Omzet memang sedang naik sekarang, tapi keuntungan yang kami terima tidak ikut naik sebanding karena modal belanja juga bertambah," kata Leni, pemilik Indowarteg, Senin 30 Maret 2026.

Kenaikan harga kebutuhan pokok, seperti yang dirasakan Leni berdampak pada penurunan margin keuntungan. Kenaikan harga bahan baku itu meningkatkan biaya produksi dan mengurangi margin keuntungan UMKM.

Situasi itu menempatkan pelaku UMKM berada di antara dua tekanan, yakni kenaikan biaya produksi di satu sisi dan kebutuhan mempertahankan harga jual agar pelanggan tidak beralih di sisi lain. Kondisi seperti itu, dipertahankan saat ini untuk kesinambungan usahanya.

Strategi yang dilakukan Leni tidak sia-sia. Hal itu terbukti masih adanya pelanggan dan pembeli lainnya. Mereka nyata masih membutuhkan keperluan menu lauk pauk yang dijual Leni di rumah makannya.

"Saya lebih memilih beli lauk di sini daripada memasak sendiri, karena harga bahan-bahan di pasar juga sudah mahal. Beli di warung lebih praktis dan tidak kalah harganya," ujar Hanif. (Diaz Steffi Zinta)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....