Terasi Tetap Jadi Buruan Oleh-oleh Lebaran meski Harga Naik

  • 28 Mar 2026 16:25 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Tanjungpandan — Permintaan terasi sebagai oleh-oleh khas pasca Lebaran mengalami peningkatan signifikan, seiring kebiasaan masyarakat Bangka yang kembali mengonsumsi sambal dan masakan berbahan terasi untuk menghilangkan kejenuhan setelah menyantap hidangan khas Lebaran seperti rendang dan opor.

Kenaikan permintaan ini diperparah dengan keterbatasan bahan baku, yang turut mendorong lonjakan harga di pasaran. Terasi yang sebelumnya dijual sekitar Rp160 ribu untuk dua kilogram, kini mengalami kenaikan menjadi sekitar Rp150 ribu per kilogram.

Meri, warga Pulau Bangka yang menetap di Belitung, mengaku tetap membeli terasi Bangka sepulangnya mudik, meskipun harganya melonjak. Menurutnya, terasi merupakan oleh-oleh wajib yang selalu dibawa saat kembali dari kampung halaman.

“Dak sanggup meli banyak 'belacan' (terasi), ku hanya beli sekilo. Biase 160 ribu dapet dua kilo, sekarang 150 ribu sekilo,” ujar Meri dengan logat Bangka.

Ia juga menilai terasi Bangka memiliki keunggulan dibandingkan daerah lain. “Terasi Bangka tu beda, teksturnya lebih lembut, rasanya kuat. Jadi kalau masak pakai terasi, langsung terasa bedanya,” tambahnya.

Sementara itu, dalam sesi interaktif RRI Belitung, Sabtu (28/Maret/2026), seorang pendengar bernama Rossa turut membagikan pandangannya terkait harga dan kualitas terasi di wilayah berbeda. Ia menilai harga terasi di Belitung relatif lebih terjangkau dibandingkan Bangka.

“Kalau di Belitung memang lebih murah, rata-rata masih di kisaran Rp80 ribu sampai Rp120 ribu per kilo tergantung kualitas. Tapi kalau soal rasa, terasi dari Toboali Bangka memang sudah terkenal lebih kuat dan khas,” kata Rossa via telepon.

Menurut Rossa, perbedaan kualitas ini menjadi alasan banyak perantau asal Bangka tetap mencari terasi dari daerah asalnya meskipun harganya lebih tinggi. Ia menilai cita rasa menjadi faktor utama yang sulit tergantikan.

Dengan meningkatnya mobilitas masyarakat pasca Lebaran, terasi tidak hanya menjadi bahan masakan, tetapi juga simbol oleh-oleh khas daerah yang memiliki nilai budaya dan cita rasa yang kuat bagi masyarakat Bangka.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....