Pemprov Babel Dukung Penyelenggaraan Bekisah 2026

  • 06 Apr 2026 15:08 WIB
  •  Sungailiat
Poin Utama
  • Kegiatan bekisah BI Babel

RRI.CO.ID, Pangkalpinang- Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mendukung penyelenggaraan Bangka Belitung Ekonomi Keuangan Syariah (Bekisah) ke-6 tahun ini yang digelar oleh Kantor Bank Indonesia Babel. Dukungan ini merupakan komitmen Pemprov Babel dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah di wilayah tersebut.

Plt. Kepala Dinas Koperasi dan UKM (Diskop UKM) Babel, Riza Aryani , mengatakan, kegiatan ini sejalan dengan Gubernur Babel dalam mendorong percepatan ekonomi syariah, terutama menjelang pemberlakuan Mandatori Halal pada Oktober 2026 mendatang.

Riza menjelaskan pemerintah telah mengurungkan batas waktu wajib sertifikasi halal mulai Oktober 2024 menjadi Oktober 2026. Momentum ini dimanfaatkan untuk memberikan pendampingan intensif bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

“Kami berharap wajib halal 2026 ini dapat tercapai melalui dukungan insentif dari Bank Indonesia. Fokus kami adalah membantu pelaku usaha mikro yang masih kesulitan dalam proses administrasi maupun penentuan kredibilitas Self Declare ,” kata Riza, Senin 6 April 2026.

Sesuai dengan amanat UU No. 33 Tahun 2014, pemerintah memastikan bahwa proses sertifikasi halal bagi UMKM melalui skema self deklarasi diberikan secara gratis .

Selain aspek halal, sinergi ini juga fokus pada digitalisasi UMKM. Penggunaan QRIS, onboarding ke pasar, serta peningkatan kualitas pengemasan ( packing ) menjadi agenda utama agar produk lokal mampu menembus ritel modern hingga pasar internasional.

"Melalui kuras yang ketat, produk binaan BI yang bergabung di Bekisah diharapkan memiliki daya saing nasional. Kami ingin quality control produk kami benar-benar terjaga," katanya.

Salah satu poin krusial dalam perhelatan Bekisah tahun ini adalah pemberdayaan wirausaha perempuan . Mengingat kondisi ekonomi Bangka Belitung yang sedang penuh tantangan, peran perempuan dianggap penting sebagai pilar ketahanan ekonomi keluarga.

Program ini juga dikoneksikan dengan gerakan ketahanan pangan, seperti Gerakan Menanam Cabai Rakyat (Gencar), guna mengendalikan inflasi di tingkat rumah tangga melalui kolaborasi dengan berbagai organisasi seperti PKK.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akan kembali menggelar Bangka Belitung Ekonomi Keuangan Syariah (Bekisah) 2026 dalam waktu dekat, ini adalah untuk keenam kalinya digelar.

Agenda tahunan ini ditegaskan sebagai komitmen jangka panjang BI dalam mengampanyekan potensi ekonomi dan keuangan syariah di Bumi Serumpun Sebalai ini.

Kepala Perwakilan BI Bangka Belitung, Rommy Sariu Tamawiwy, mengatakan, pengembangan ekonomi syariah merupakan proses berkelanjutan yang tidak bisa tuntas dalam waktu singkat. Oleh karena itu, BI konsisten merangkul berbagai pihak untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan besarnya potensi sektor ini.

"Potensi kita luar biasa, terutama dengan mayoritas penduduk Bangka Belitung yang muslim. Ini adalah modal besar yang harus kita kelola bersama untuk mewujudkan ekosistem ekonomi syariah yang tangguh," kata Rommy, Senin 6 April 2025.

Meski memiliki potensi pasar yang besar, Rommy mengakui adanya tantangan nyata, terutama dalam memperkuat keberadaan institusi keuangan syariah di tengah dominasi model ekonomi konvensional.

Sebagai bentuk keseriusan, Bank Indonesia telah membentuk departemen khusus yakni Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah (DEKS) untuk mengawal kebijakan ini secara nasional maupun regional.

Dalam memperkuat mata rantai ekosistem halal, BI juga menaruh perhatian pada ketersediaan Juru Sembelih Halal (Juleha). Bekerja sama dengan MUI dan LPPOM, BI telah memfasilitasi pelatihan ratusan Juleha yang tersebar di seluruh kabupaten/kota di Bangka Belitung.

"Tahun lalu ada sekitar 350 Juleha yang kami dukung melalui kerja sama dengan MUI. Tahun ini program tersebut terus berlanjut guna memastikan hulu dari produk pangan kita benar-benar terjamin kehalalannya," katanya.

Penyelenggaraan Bekisah 2026 kembali dipusatkan di Masjid Kubah Timah, Pangkalpinang, jika tahun lalu mengundan Ustaz Das’ad Latif di tahun ini akan mengundang penceramah yakni Ustaz Zacky Mirza.

Pemilihan lokasi ini dinilai strategis dan sarat makna filosofis. Selain selaras dengan tema syariah, keberadaan masjid yang berdampingan dengan gereja menjadi simbol persaudaraan dan toleransi di Bangka Belitung.

"Lokasi ini penting untuk menyuarakan bahwa ekonomi syariah bisa bergerak berdampingan dengan umat lain dalam semangat kebersamaan," ujarnya.

Selain literasi keuangan, Bekisah 2026 juga dimeriahkan dengan bazar UMKM yang telah lolos kurasi ketat oleh Bank Indonesia. Langkah ini diharapkan dapat memacu para pengusaha lokal untuk terus meningkatkan kualifikasi produk mereka.

Sebagai langkah nyata percepatan, BI Babel juga telah menjalin kerja sama (MoU) dengan IAIN SAS Babel terkait Lab Halal. Sinergi antara pemerintah, akademisi, dan pemuka agama diharapkan dalam Bekisah ini.

Sementara, Kepala Unit FPPUKIS Kantor Perwakilan BI Babel, Dika Prasetya Putra mengatakan, dari kegiatan Bekisah sebelumnya sangat diikuti antusias baik pelaku usaha maupun pengunjung, itu juga dibuktikan dengan transaksi meningkat.

“Antusias mengingkat pengunjung dan pelaku usaha itu stimulus bagi pelaku UMKM untuk mengikuti itu,” kata Dika.

Ia menambahkan, implentasi dari Bekisah bukan hanya besarnya transaki akan tetapi perluasan pasar UMKM, serta Bekisah ini menuju event atau festival sekala lebih besar.

“Dari bekisah kami lihat UMKM memiliki potensi bagus uhtu kami ajak promosi perliasan pasar dari Babel ikut tingkat Sumatera bisa sampai ke tingkat nasional. Dan acara ini menjadi ajang kami mengidentikiasi UMKM halal yang kami gandeng masuk dalam industri kreatif syariah ini kurasi yang dilakukan secara nasional,” katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....