Daun Ketapang Babel Jadi Primadona Ekspor, Tembus Empat Negara

  • 15 Jul 2026 17:00 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Pangkalpinang - Daun ketapang asal Kepulauan Bangka Belitung kian diminati pasar internasional. Komoditas yang selama ini dikenal sebagai bahan alami untuk perawatan ikan hias tersebut berhasil menembus pasar Amerika Serikat, Jepang, Inggris, hingga Jerman berkat pendampingan ekspor yang dilakukan Badan Karantina Indonesia (Barantin).

Keberhasilan ini menjadi salah satu contoh potensi komoditas lokal yang mampu bersaing di pasar global apabila didukung pemenuhan persyaratan ekspor dan layanan karantina yang memadai.

Sekretaris Utama Barantin, Shahandra Hanitiyo, mengatakan pihaknya terus mendorong UMKM agar mampu memanfaatkan peluang ekspor dengan memenuhi seluruh persyaratan karantina dan standar negara tujuan.

"Kami ingin semakin banyak UMKM memahami bahwa peluang ekspor terbuka luas selama persyaratan negara tujuan dapat dipenuhi. Karantina hadir sebagai mitra UMKM dalam memenuhi persyaratan tersebut," ujar Shahandra, Rabu, 15 Juli 2026.

Dia menjelaskan, Barantin tidak hanya memberikan layanan sertifikasi karantina, tetapi juga melakukan pendampingan kepada pelaku usaha agar memahami ketertelusuran produk, jaminan kesehatan komoditas, serta berbagai persyaratan teknis yang dibutuhkan untuk memasuki pasar internasional.

Pelaku UMKM sekaligus eksportir daun ketapang asal Bangka Belitung, Lukman Nuhung, menjelaskan produk yang dikirim ke luar negeri merupakan daun ketapang kering yang telah melalui proses seleksi dan pengemasan sesuai permintaan pembeli.

Menurutnya, daun ketapang memiliki nilai ekonomi tinggi karena banyak dimanfaatkan sebagai kondisioner air alami untuk akuarium, terutama bagi ikan hias seperti cupang, guppy, dan channa.

"Kandungan tanin pada daun ketapang membantu menstabilkan pH air, mempercepat penyembuhan luka pada ikan, serta memiliki sifat antibakteri dan antijamur," kata Lukman.

Melalui pendampingan yang berkelanjutan, Barantin berharap semakin banyak UMKM mampu memanfaatkan potensi komoditas lokal untuk memasuki pasar ekspor. Layanan karantina yang cepat, mudah, dan terpercaya diharapkan menjadi salah satu faktor pendorong lahirnya eksportir baru dari berbagai daerah di Indonesia sekaligus memperkuat daya saing produk pertanian nasional di pasar dunia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....