Peran Orang Tua Tentukan Kemajuan Anak Disabilitas
- 20 Feb 2026 10:47 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID,Sungailiat - Kemajuan pembelajaran anak disabilitas tidak hanya bergantung pada program terapi, tetapi juga ditentukan oleh konsistensi pola asuh di rumah. Sinergi antara terapis dan orang tua menjadi kunci agar perkembangan anak berjalan optimal dan berkelanjutan.
Kepala Subbagian Tata Usaha UPTF Pendidikan Inklusi Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Fajar Novianati, S.I.P, menegaskan bahwa peran aktif orang tua sangat dibutuhkan, termasuk dalam menjaga asupan makanan dan minuman anak. Aturan tersebut telah disusun sebagai bagian dari program pendampingan.
“Orang tua harus mengikuti aturan yang kami buat, salah satunya terkait makanan dan minuman. Anak-anak spesial ini asupannya memang harus dijaga. Jika dilanggar, biasanya terlihat dari perilaku anak yang mengalami kemunduran saat pembelajaran,” ujarnya.
Ia menjelaskan, beberapa anak menunjukkan perubahan signifikan ketika pola makan tidak terkontrol. Kondisi tersebut dapat berdampak pada fokus belajar, kestabilan emosi, hingga kemampuan interaksi sosial di kelas.
| Baca juga: Ijazah Tertahan, Alumni Diminta Segera Ambil |
Hal senada disampaikan Eva Pratiwi, S.Psi, Tenaga Pendidik di Seksi Layanan Pendidikan Transisi UPTD Pendidikan Inklusi Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Ia menyebutkan pihaknya memiliki buku penghubung antara terapis dan orang tua sebagai sarana komunikasi perkembangan anak.
“Di buku itu ada laporan kemajuan anak setelah terapi. Jika anak mengonsumsi makanan atau minuman yang tidak dianjurkan, biasanya mereka jadi lebih hiperaktif, bahkan ada yang tantrum. Itu sangat memengaruhi proses belajar,” Ungkapnya Eva.
Karena itu, Layanan Pendidikan Transisi UPTD Pendidikan Inklusi Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengimbau orang tua untuk konsisten menjalankan rekomendasi yang telah diberikan. Fasilitas terapi yang sudah tersedia akan lebih efektif jika diikuti dengan kepatuhan terhadap aturan yang disepakati bersama.
Salah seorang pendengar RRI dari Kabupaten Bangka,Ita, yang juga orang tua anak berkebutuhan khusus, mengaku merasakan dampak positif ketika disiplin menjaga pola makan anaknya. “Kalau makanan dijaga, anak saya lebih tenang dan fokus. Memang butuh komitmen, tapi hasilnya terasa,” ungkapnya.
Melalui kolaborasi yang erat antara Sekolah,terapis, dan keluarga, diharapkan anak-anak disabilitas di Bangka Belitung dapat berkembang sesuai potensi dan ketunaannya. Konsistensi di rumah menjadi fondasi penting agar pembelajaran tidak hanya berjalan di ruang terapi, tetapi juga dalam keseharian ana.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....