Makna Penutupan Mata Thai Se Ja sebelum Sembahyang Rebut

  • 29 Agt 2026 09:29 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Sungailiat - Penutupan mata patung Thai Se Ja menjadi bagian penting dalam persiapan pelaksanaan Sembahyang Rebut atau Chit Ngiat Pan di sejumlah kelenteng di Bangka Belitung. Mata patung ditutup sebelum ritual karena secara simbolis Thai Se Ja belum menjalankan perannya sebagai pengawas para arwah yang dipercaya hadir selama perayaan.

Thai Se Ja dipercaya sebagai raja atau dewa akhirat yang bertugas mengawasi dan mengawal para arwah selama berada di dunia manusia. Penutupan tersebut juga menjadi penanda bahwa rangkaian utama Sembahyang Rebut belum dimulai. Setelah ritual persiapan dan doa selesai, mata Thai Se Ja kemudian dibuka melalui prosesi khusus sebagai tanda bahwa rangkaian perayaan memasuki tahap berikutnya.

Ko Ahcun, warga Tionghoa di Merawang, menjelaskan penutupan mata Thai Se Ja memiliki makna simbolis sebelum patung tersebut menjalankan perannya dalam ritual. "Sebelum sembahyang dimulai, mata Thai Se Ja masih ditutup, karena nanti setelah dibuka itu menjadi tanda bahwa rangkaian ritual sudah dimulai," ujar Ko Ahcun dalam acara Ngupi Pagi di Pro4 RRI Sungailiat, Jumat 28 Agustus 2026.

Sementara itu, Ko Ahyung, warga Tionghoa di Lubuk Kelik, mengatakan penutupan mata merupakan bagian dari tahapan sebelum Thai Se Ja dihadirkan secara simbolis dalam rangkaian Sembahyang Rebut. "Mata ditutup dulu, kemudian dibuka pada waktunya, karena pembukaan mata itu menandakan Thai Se Ja mulai menjalankan tugasnya dalam acara," kata Ko Ahyung.

Dalam pelaksanaannya, setelah mata Thai Se Ja dibuka, masyarakat mulai berdatangan untuk bersembahyang dan menyampaikan doa serta persembahan berupa makanan, buah, sayuran dan hasil bumi. Rangkaian kemudian berlanjut hingga ritual rebutan sesaji dan pada akhirnya pembakaran patung Thai Se Ja sebagai penutup perayaan.

Tradisi penutupan dan pembukaan mata Thai Se Ja menunjukkan adanya tahapan simbolis dalam pelaksanaan Sembahyang Rebut. Bagi masyarakat yang menjalankannya, setiap tahapan memiliki makna tersendiri dan menjadi bagian dari upaya mempertahankan tradisi serta penghormatan kepada leluhur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....