Ragam Upacara Adat di Bangka Masih Dilestarikan Masyarakat
- 10 Mei 2026 07:55 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Sungailiat – Ragam upacara adat di Kabupaten Bangka masih dilestarikan dan dijalankan secara turun-temurun oleh masyarakat. Hal tersebut disampaikan Muhammad Zikri Hakim, Fungsional umum pada Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kab Bangka, dalam Siaran Budaya Belajasumba di Pro 4 Sungailiat.
Menurut Zikri, sejumlah tradisi masyarakat Melayu Bangka yang masih dijalankan di antaranya Nuju Jerami, Rebo Kasan, Ruahan, dan Nganggung yang memiliki makna syukur, doa keselamatan, hingga mempererat hubungan sosial masyarakat.
“Inti dari sebagian besar upacara adat di Bangka adalah doa bersama, baik untuk tolak bala, syukuran hasil panen, maupun memohon keberkahan dalam kehidupan masyarakat,” ujar Zikri. Sabtu, 9 Mei 2026.
Selain budaya Melayu, masyarakat Tionghoa di Bangka juga masih mempertahankan sejumlah tradisi seperti Pehcun, Ceng Beng, Sembahyang Rebut, dan Festival Sun Gokong yang menjadi bagian keberagaman budaya daerah.
Namun demikian, Zikri mengakui terdapat tradisi yang mulai hilang, salah satunya ritual Taber Laut di Belinyu yang kini sudah tidak lagi rutin dilaksanakan.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan pelestarian budaya di tengah perkembangan zaman dan perubahan pola pikir masyarakat.
| Baca juga: Iduladha Lewat, Tabir Malambang Ku Ingat Juo |
Karena itu, pihaknya terus melakukan pembinaan masyarakat adat serta mendorong keterlibatan generasi muda agar tradisi budaya tetap lestari.
Sementara itu, warga Sungailiat, Rudi Hartono , berharap budaya lokal di Bangka terus dijaga dan dikenalkan kepada masyarakat luas.
“Sayang kalau tradisi lama hilang. Budaya seperti Nuju Jerami atau Rebo Kasan itu bagian dari identitas daerah kita,” ujar Rudi.
Ia juga berharap generasi muda dapat lebih mengenal budaya daerah agar tradisi yang masih ada tetap bertahan di masa mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....