Tradisi Api Likur Tetap Dijaga Masyarakat Desa Zed

  • 16 Mar 2026 20:13 WIB
  •  Sungailiat

RRI. CO.ID, Sungailiat - Masyarakat Desa Zed Kabupaten Bangka masih menjaga tradisi menyalakan Api Likur menjelang malam ke-27 Ramadan. Tradisi yang telah berlangsung turun-temurun ini dilakukan dengan menyalakan lampu atau api di depan rumah warga sebagai simbol menyambut malam-malam terakhir bulan suci.

Salah seorang warga Desa Zed Hermanto, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya masyarakat untuk tetap mempertahankan tradisi Lampu Tujuh Likur agar tidak hilang ditelan zaman.

Menurut Hermanto, generasi muda saat ini, khususnya generasi Z dan milenial, sebagian belum begitu mengenal makna dari perayaan Tujuh Likur. Karena itu, tradisi ini menjadi sarana untuk memperkenalkan kembali budaya yang sudah diwariskan oleh para leluhur.

“Tanggapan saya selaku masyarakat sangat mensupport dan menyambut baik tradisi Lampu Tujuh Likur ini. Generasi Z dan milenial sebagian belum mengenal dengan baik apa itu perayaan Tujuh Likur,” ujarnya.

Ia menambahkan, dengan adanya perayaan ini secara tidak langsung masyarakat dapat mengenalkan kembali nilai budaya kepada generasi muda agar tradisi tersebut tetap hidup di tengah masyarakat.

Sementara itu, warga lainnya, Arman menyebutkan saat ini belum semua masyarakat dapat memasang lampu likur seperti dahulu. Hal ini disebabkan oleh kendala ketersediaan minyak tanah yang semakin sulit didapatkan, sehingga sebagian warga hanya menyalakan api sederhana di depan rumah mereka.

Minggu, 16 Maret 2026 malam, setelah salat Magrib, warga mulai menyalakan Api Likur di depan rumah masing-masing. Cahaya api yang berjejer di sepanjang halaman rumah menciptakan pemandangan hangat sekaligus menjadi pengingat akan tradisi yang terus dijaga oleh masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....