Makna Cap Go Meh sebagai Simbol Penutup Imlek

  • 01 Mar 2026 22:03 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Sungailiat - Cap Go Meh tidak sekadar menjadi penutup rangkaian Tahun Baru Imlek, tetapi juga memiliki makna mendalam bagi masyarakat Tionghoa. Perayaan yang jatuh pada hari ke-15 setelah Imlek ini menjadi simbol berakhirnya masa perayaan sekaligus harapan baru di tahun yang sedang dijalani.

Secara filosofis, Cap Go Meh dimaknai sebagai momentum penyempurnaan doa dan harapan yang telah dipanjatkan sejak malam pergantian tahun Imlek. Lampion yang dinyalakan melambangkan cahaya, harapan, serta keberuntungan bagi keluarga dan masyarakat.

Mei Ling, warga di Sungailiat, mengatakan Cap Go Meh menjadi momen refleksi setelah dua pekan perayaan.

“Bagi kami, Cap Go Meh itu bukan hanya pesta, tapi juga doa agar tahun ini diberi kesehatan dan rezeki,” ujarnya dalam acara Begaya di Pro4 RRI Sungailiat, Minggu, 1 Maret 2026.

Baca juga: Apa Itu Cap Go Meh?

Sementara itu, Anton, salah satu tokoh masyarakat, menilai perayaan Cap Go Meh juga mencerminkan nilai kebersamaan dan toleransi.

“Di Indonesia, Cap Go Meh dirayakan bersama-sama, tidak hanya oleh warga Tionghoa, tetapi juga masyarakat umum. Ini menunjukkan makna persaudaraan,” katanya.

Dengan berbagai simbol dan tradisi yang menyertainya, Cap Go Meh menjadi perayaan yang sarat makna spiritual, kebersamaan, serta harapan akan kehidupan yang lebih baik di tahun yang baru.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....