Sungkok Resam Khas Babel Tetap Digemari Warga
- 12 Feb 2026 16:55 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Sungailiat - Sungkok resam khas Bangka Belitung hingga kini masih bertahan sebagai salah satu warisan budaya yang membanggakan. Kerajinan tradisional ini dikenal karena keunikan bahan dasarnya yang terbuat dari tanaman resam, sejenis pakis hutan yang tumbuh subur di wilayah Bangka. Proses pembuatannya yang teliti dan membutuhkan ketelatenan menjadikan sungkok resam memiliki nilai seni sekaligus nilai budaya yang tinggi.
Di wilayah Bangka Barat, produksi sungkok resam masih terus berjalan dan bahkan disebut sebagai yang terbaik di antara daerah lainnya. Para perajin setempat mempertahankan teknik tradisional yang diwariskan secara turun-temurun. Mereka memastikan setiap anyaman tersusun rapi, kuat, dan nyaman digunakan, sehingga kualitasnya tetap terjaga meskipun zaman terus berubah.
Salah satu penjual keliling adalah Amir. Ia telah bertahun-tahun menjajakan sungkok resam hasil produksi perajin lokal.
“Alhamdulillah, sampai sekarang peminatnya masih ada. Biasanya orang cari untuk acara adat, pengajian, atau dipakai saat hari besar,” ujar Amir saat diwawancarai di sela jualan kelilingnya.
Amir menuturkan bahwa sebagian besar pembeli memilih sungkok dengan kualitas menengah.
“Kalau kualitas menengah itu paling banyak dicari. Harganya terjangkau, tapi anyamannya tetap rapi dan nyaman dipakai,” jelasnya.
Meski demikian, ia juga mengatakan untuk jenis kopiah resam kualitas premium juga ada bagi pelanggan yang menginginkan hasil anyaman lebih halus dan detail, namun pembeliannya dengan sistem pesan.
Tidak hanya warga lokal, pembeli dari luar daerah pun kerap memesan sungkok resam khas Bangka Barat. Salah satunya adalah Irwan, yang memiliki keluarga di luar Bangka Belitung.
“Keluarga saya di luar daerah sering titip dibelikan. Biasanya untuk dijadikan hadiah ke rekan atau kerabat,” kata Irwan.
| Baca juga: Basel Gali Potensi Budaya agar Tercatat KIK |
Irwan mengaku bangga bisa memperkenalkan kerajinan daerah kepada orang-orang di luar Bangka.
“Mereka senang karena ini khas Bangka. Teksturnya beda dari kopiah biasa, lebih unik dan punya nilai tradisi,” ungkapnya.
Respons positif tersebut membuatnya semakin rutin memesan sungkok resam setiap kali ada kesempatan.
Keberadaan sungkok resam di Bangka Barat menjadi bukti bahwa kerajinan tradisional masih memiliki tempat di hati masyarakat. Dengan dukungan pembeli lokal maupun luar daerah, serta komitmen para perajin dan penjual seperti Pak Amir, warisan budaya ini diharapkan tetap lestari dan terus dikenal hingga generasi mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....