Maulid Nabi Bahrul Ulum Ajak Santri Meneladani Akhlak Rasulullah

  • 28 Agt 2026 20:09 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Sungailiat - Peringatan Maulid Nabi Muhammad saw 1448 Hijriah di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Islamic Centre Sungailiat tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan. Momentum tersebut dimanfaatkan untuk menguatkan kembali nilai-nilai keteladanan Rasulullah saw sekaligus mengajak para santri agar menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Serbaguna Kompleks Islamic Centre Sungailiat, Jumat, 28 Agustus 2026 menghadirkan Dr. H. Suparta, S.Ag., M.Ag., sebagai penceramah. Ia merupakan akademisi dan tokoh agama yang saat ini menjabat Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung sekaligus Ketua Ikatan Persatuan Masjid (IPIM) Bangka Belitung.

Dalam tausiahnya, Suparta mengajak para santri memaknai peringatan Maulid Nabi secara lebih mendalam. Menurutnya, mencintai Rasulullah saw tidak cukup hanya dengan memperingati kelahiran beliau, tetapi harus diwujudkan melalui upaya meneladani akhlak dan perjuangan Nabi dalam kehidupan sehari-hari.

“Yang pertama diutus Allah Swt adalah memperbaiki moral dan akhlak. Rasulullah hadir untuk menyempurnakan akhlak manusia,” ujar Suparta di hadapan para santri.

Ia kemudian mengajak para peserta memahami makna “zaman jahiliyah”. Menurutnya, istilah itu tidak semata-mata menggambarkan masyarakat yang tidak memiliki kecerdasan atau peradaban.

“Disebut jahiliyah bukan karena orang Arab saat itu bodoh secara intelektual. Peradaban dunia saat itu sudah luar biasa. Mereka pintar, tetapi secara moral dan spiritual mereka tertinggal,” ucapnya.

Pesan tersebut kemudian dikaitkan dengan tantangan generasi muda pada masa kini. Dr. Suparta mengingatkan perkembangan zaman dan kemajuan teknologi tidak otomatis membuat seseorang memiliki akhlak yang baik.

Salah satu tantangan yang disorotnya adalah kecenderungan generasi muda dalam memilih figur yang dijadikan panutan. Ia mengajak santri tidak menjadikan popularitas dan kehidupan para figur publik sebagai ukuran utama dalam menentukan teladan.

Ketua Yayasan Bahrul Ulum Sungailiat, Syaiful Zohri, mengatakan peringatan Maulid Nabi merupakan momentum untuk kembali menghidupkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.

“Kegiatan peringatan Maulid Nabi ini bukan sekadar seremonial, melainkan momen untuk menanamkan kembali nilai-nilai keteladanan Rasulullah di tengah arus zaman yang semakin melunturkan akhlak,” kata Syaiful Zohri.

Ia mengapresiasi penyampaian tausiyah Dr. Suparta yang dinilai memberikan penguatan kepada para santri mengenai pentingnya membangun karakter di tengah kemajuan peradaban.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....