Ponpes Bahrul Ulum Tanam 2.000 Pisang Cavendish, Target Hasil Rp160 Juta

  • 15 Agt 2026 11:04 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Sungailiat - Pondok Pesantren Bahrul Ulum Islamic Centre Sungailiat menargetkan panen 40 ton pisang cavendish senilai sekitar Rp160 juta dari lahan 1 hektare di kawasan Air Anyir, Bangka. Target itu akan dicapai melalui budi daya dengan skema kemitraan.

“Target penanaman sebanyak 2.000 batang, potensi produksi diperkirakan mencapai sekitar 40.000 kilogram atau 40 ton dalam satu periode panen,” kata Kepala Ponpes Bahrul Ulum, Ustaz Sukaryadi,

Kerja sama dilakukan dengan CV Agre Fresh Tropical yang menyediakan bibit dan pupuk kimia senilai sekitar Rp35 juta. Sementara pesantren menyiapkan lahan dan pupuk kandang.

Sukaryadi, mengatakan penanaman dijadwalkan awal musim hujan sekitar November 2026. Saat ini persiapan lahan sedang dilakukan bertahap.

"Saat ini, pihak pesantren bersama mitra sedang melakukan persiapan lahan secara bertahap untuk memastikan seluruh kebutuhan budi daya siap sebelum proses penanaman dimulai," kata Sukaryadi dalam rilis, Sabtu 15 Agustus 2026.

Dalam skema kemitraan, CV Agre Fresh juga memberikan pendampingan teknis mulai penanaman, perawatan, panen hingga pascapanen. Seluruh hasil panen nantinya dibeli langsung oleh mitra sehingga ada kepastian pemasaran.

Berdasarkan perhitungan, satu tandan pisang cavendish rata-rata berbobot 20 kilogram. Dengan 2.000 batang, potensi produksi mencapai 40.000 kilogram. Jika harga Rp4.000 per kilogram, nilai bruto diperkirakan Rp160 juta.

Orang tua santri, Viko, mengapresiasi program tersebut. Ia menilai kegiatan ini memberi pengalaman nyata kepada santri di bidang pertanian dan kewirausahaan.

"Kegiatan ini sangat positif karena tidak hanya mendukung kemandirian dan produktivitas pesantren, tetapi juga memberikan pengalaman nyata kepada para santri dalam bidang pertanian dan kewirausahaan," ujarnya.

Dia berharap target program itu dapat terealisasi sehingga menjadi contoh bagi para santri untuk belajar bekerja keras, mengelola usaha, serta memanfaatkan potensi pertanian secara kreatif dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....