Angin Kencang Picu Kelangkaan Ikan, Pasar Higienis Kesulitan Pasokan
- 21 Jul 2026 21:56 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Bangka - Pedagang di pasar Higienis Air Ruai, Kabupaten Bangka kesulitan mendapatkan pasokan ikan akibat angin kencang selama sepekan terakhir.
Persediaan ikan di lapak pedagang menurun drastis sehingga memicu kenaikan harga sejumlah jenis ikan.
Salah seorang pedagang ikan di Pasar Higienis, Akew, mengatakan pasokan ikan dari nelayan sangat terbatas karena banyak yang memilih tidak melaut akibat cuaca yang tidak bersahabat. Akibatnya, hanya beberapa jenis ikan yang masih tersedia untuk dijual kepada masyarakat.
"Stok ikan memang sedikit. Sekarang yang ada hanya ikan kembung, ciu, dencis, dan cumi, inipun terbatas," ujar Akew, Selasa, 21 Juli 2026.
Sedangkan untuk ikan-ikan yang biasanya banyak dijual seperti seminyak, ketambak, dan beberapa jenis lainnya sedang tidak ada.
Terbatasnya pasokan membuat harga beberapa jenis ikan mengalami kenaikan. "Ikan kembung atau hapau seharga Rp50 ribu per kilogram, naik dari harga normal yang berkisar Rp40 ribu per kilogram," katanya.
Sementara itu, ikan dencis dijual dengan harga Rp25 ribu per kilogram, dan ikan ciu berukuran kecil dipasarkan seharga Rp30 ribu per kilogram. Untuk cumi, jumlah yang tersedia juga terbatas mengikuti hasil tangkapan nelayan.
Menurut Akew, kondisi ini diperkirakan masih akan berlangsung selama cuaca di perairan Bangka belum kembali normal.
Pembeli yang juga pelaku UMKM Feri mengaku, kesulitan mendapatkan ikan untuk persediaan dagangan rumah makan lempah kuningnya.
"Ikan pada gak ada, angin kencang nih, nelayan gak turun ke laut," kata Feri.
Meski demikian, Feri berupaya membeli ikan seadanya yang tersedia di pasar, yang bisa untuk dimasak lempah kuningnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....