Masyarakat Bangka Memperketat Pengawasan Lahan Kosong Rawan Api
- 28 Mar 2026 23:09 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Sungailiat – Ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kini menghantui warga di Kabupaten Bangka yang bermukim di dekat area semak belukar. Di tengah embusan angin kencang musim kemarau, masyarakat mulai memperketat pengawasan dan saling mengingatkan untuk tidak membakar sampah sembarangan guna mencegah percikan api merembet ke pemukiman padat penduduk.
Kondisi lahan kosong yang dipenuhi tumbuhan kering menjadi perhatian serius warga setempat. Potensi kebakaran dinilai sangat tinggi karena material rumput yang mengering sangat mudah tersulut api, terutama saat cuaca terik dan angin kencang melanda wilayah Sungailiat dan sekitarnya.
Roni, warga Riding Panjang, Belinyu, yang rumahnya hanya berjarak beberapa meter dari hamparan ilalang kering, mengungkapkan kecemasannya setiap kali angin kencang berembus di lingkungan tempat tinggalnya.
"Jujur kami di sini was-was sekali kalau ada yang bakar di lahan kosong. Angin di Bangka kalau lagi kemarau begini kencang dan arahnya susah ditebak," ujar Roni dalam program Ngupi Pagi RRI, Sabtu (28/3/2026).
Senada dengan Roni, Ridwan, warga Desa Rebo yang aktif dalam kegiatan lingkungan, kini rutin memantau area dekat pemukimannya di kawasan Lintas Timur. Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak ada titik api yang muncul secara tidak sengaja akibat kelalaian manusia.
"Kami sudah sepakat dengan tetangga lain untuk saling tegur kalau ada yang membakar sampah di ruang terbuka. Keselamatan lingkungan ini tanggung jawab bersama, bukan cuma tugas Damkar," tegas Ridwan.
Kesadaran kolektif untuk saling menjaga dan tidak memicu api di area terbuka menjadi kunci utama pencegahan Karhutla di Kabupaten Bangka. Warga diharapkan segera melapor kepada pihak terkait jika melihat kepulan asap mencurigakan guna mencegah api meluas ke pemukiman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....