Gubernur Babel: Tidak Boleh Ada Anak Putus Sekolah
- 10 Jul 2026 18:37 WIB
- Sungailiat
Poin Utama
- Gubernur Hidayat Arsani menegaskan kebijakan zero drop-out dengan ancaman pemecatan Plt Kepala Dinas Pendidikan jika masih ada anak yang tidak sekolah karena masalah biaya.
- Provinsi Bangka Belitung mencapai pencapaian luar biasa dengan masuk 6 besar nasional dalam mutu pendidikan, naik signifikan dari posisi nomor tiga dari bawah pada periode sebelumnya.
RRI.CO.ID, Pangkalpinang- Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, menginginkan tidak adalagi anak di Babel tidak sekolah.
Ia menegaskan, seluruh anak usia sekolah di Bangka Belitung wajib mendapatkan hak pendidikan tanpa terkecuali, dan tidak boleh ada lagi anak yang putus sekolah karena kendala biaya.
Ia juga memberikan peringatan kepada jajaran Dinas Pendidikan untuk memastikan kebijakan ini berjalan di lapangan.
"Tidak boleh lagi ada anak yang tidak sekolah. Kita sudah merdeka, Kalau sampai ada anak yang tidak bisa sekolah (karena masalah biaya), Plt Kepala Dinasnya saya pecat. Ada uang atau tidak ada uang, anak-anak harus tetap sekolah. Itu tanggung jawab pemerintah, karena pemerintah harus hadir di tengah-tengah masyarakat," kata Hidayat, belum lama ini.
Ia menambahkan, kendala finansial keluarga di tengah situasi ekonomi saat ini seharusnya bisa disiasati melalui komunikasi yang baik dan saling pengertian antara pihak sekolah dan orang tua.
Hidayat juga memaparkan perkembangan signifikan terkait mutu dan akses pendidikan di Bangka Belitung. Ia mengingatkan kembali masa-masa sulit di mana provinsi ini sempat terpuruk di papan bawah dalam capaian pendidikan nasional.
"Dulu kita nomor tiga dari bawah, dekat Papua Barat sana. Malu tidak kita? Tapi sekarang, kita sudah masuk 6 besar dari atas. Ini adalah buah dari doa masyarakat yang dikabulkan, serta kerja keras para guru dan pemerintah. Kita harus banyak bersyukur," katanya.
Pemerintah Provinsi Babel berkomitmen untuk terus mempertahankan prestasi ini dan membidik target yang lebih tinggi di tingkat nasional.
"Pencapaian 6 besar ini luar biasa. Ke depan, kita harus pertahankan dan bagaimana caranya kita bisa masuk ring 2 atau 3 besar nasional," katanya.
Sebelumnya, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Babel, Saipul Bakhri mengatakan, target penyelesaian pembangunan sekolah baru SMAN 5 Pangkalpinang pada bulan November 2026. Setelah selesai, proses pemindahan tempat belajar siswa akan segera dilakukan.
Ia menjelaskan, sambil menunggu gedung baru rampung, sebanyak 53 calon siswa angkatan pertama akan ditampung sementara di lingkungan SMA Negeri 3 Pangkalpinang. Dinas Pendidikan menjamin proses administrasi akan diselesaikan agar mereka resmi tercatat sebagai siswa SMA Negeri 5 Pangkalpinang.
“Nantinya, begitu bangunan siap digunakan, siswa akan dipindahkan ke lokasi baru. Semoga prosesnya berjalan lancar dan menjadi berkah bagi kemajuan pendidikan anak-anak di wilayah ini,” kata Saipul.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....