Ketahanan Keluarga dan 8 Fungsi Keluarga Jadi Kunci Cegah KDRT

  • 29 Jun 2026 17:16 WIB
  •  Sungailiat
Poin Utama
  • Cegah KDRT

RRI.CO.ID, Pangkalpinang- Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) atau Kemendukbangga Perwakilan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menekankan pentingnya pemahaman terkait ketahanan keluarga guna mencegah terjadinya kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

Kepala Perwakilan BKKBN Babel, Fazar Supriadi Sentosa, mengatakan, setiap pasangan yang memutuskan untuk menikah wajib memahami 8 Fungsi Keluarga. Fungsi-fungsi tersebut meliputi fungsi agama, fungsi ekonomi, fungsi reproduksi, fungsi lingkungan, dan fungsi lainnya.

"Makanya kalau mau menikah itu dia harus paham, ada namanya 8 fungsi keluarga. Tidak semata-mata karena cinta, tahu-tahu dia tidak punya pekerjaan. Bagaimana ekonominya mau kuat? Itu jadi salah satu pemicu," ujar Fazar, Senin 29 Juni 2026.

Selain faktor ekonomi, Fazar juga menyoroti pentingnya fungsi agama sebagai fondasi utama dalam membangun rumah tangga. Menurutnya, melemahnya pemahaman dan penerapan nilai-nilai agama dalam keseharian sering kali menjadi akar penyebab rapuhnya ketahanan keluarga yang berujung pada kekerasan.

"Dia kan kalau fungsi agama itu harus baik, harus menjalankan perintah agamanya. Ini kan kadang-kadang karena dia tidak menjalankan perintah agamanya, jadi ketahanan agamanya dan ketahanan keluarganya tidak kuat," katanya.

Melalui momentum Hari Keluarga Nasional (Harganas) 29 Juni 2026, BKKBN Babel mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk kembali memperkuat benteng pertahanan dari dalam rumah. Harganas diharapkan dapat menjadi pengingat bagi setiap keluarga di Indonesia untuk terus menjaga ketahanan keluarganya masing-masing.

Fazar berharap, dengan ketahanan keluarga yang terjaga dengan baik, Indonesia dapat mencetak generasi masa depan yang unggul dan berdaya saing.

"Harapan kita melalui Hari Keluarga Nasional ini, masyarakat dan keluarga-keluarga Indonesia ketahanan keluarganya bisa terjaga. Jadi memang nanti dilahirkan anak-anak yang berkualitas dengan ketahanan keluarga yang baik," ujarnya

Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana DP3ACSKB Provinsi Babel, Oktavianus, menyatakan kesiapan instansinya untuk mengawal tema nasional Harganas 2026 “Ayah Wajib Hadir".

Langkah konkret bahkan sudah diambil oleh pihak pemerintah daerah agar imbauan ini tidak sekadar menjadi slogan di atas kertas.

"Provinsi Bangka Belitung telah menerbitkan Surat Edaran (SE) Gubernur terkait kebijakan pengambilan rapor dan pengantaran anak pada saat hari pertama masuk sekolah nanti. Ini adalah bentuk dukungan nyata agar para ayah hadir langsung untuk anaknya," kata Oktavianus.

Oktavianus merinci ada empat poin strategis yang menjadi fokus Pemprov Babel dalam momentum Harganas 2026 ini Dukungan Penuh Tema "Ayah Wajib Hadir" yakni menitikberatkan peran ayah dalam pembentukan karakter anak dan pembangunan keluarga berkualitas.

Penguatan Program Bangga Kencana memaksimalkan akses pelayanan KB gratis, edukasi kesehatan reproduksi, serta perencanaan keluarga demi mewujudkan keluarga sehat sejahtera.

Peningkatan Kualitas Pengasuhan mendorong sinergi kedua orang tua dalam mencegah stunting, memberikan perlindungan anak, dan membangun ketahanan keluarga.

Investasi SDM Menuju Indonesia Emas 2045 yakni enjadikan keluarga sebagai pondasi utama dan hulu dari pembentukan sumber daya manusia (SDM) yang unggul di masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....