Bangka Terima Ribuan Ton Pupuk Subsidi Dukung Ketahanan Pangan
- 13 Apr 2026 15:14 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Sungailiat - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka menerima alokasi pupuk subsidi dari pemerintah pusat sebanyak 2.229,5 ton guna mendukung ketahanan pangan daerah.
Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Bangka M. Imran, mengatakan pupuk subsidi akan dimanfaatkan untuk kebutuhan petani sawah dengan luas lahan sekitar 800 hektar.
“Total pupuk subsidi yang diterima sebanyak 2.229,5 ton, yang akan digunakan untuk memupuk lahan pertanian padi milik petani di Bangka,” ujar Imran, Senin, 13 April 2026.
Ia menjelaskan, dari total alokasi tersebut, terdiri dari pupuk urea sebanyak 386,3 ton, NPK 1.208,6 ton, NPK formula khusus 7,2 ton, serta pupuk organik sebanyak 627,2 ton.
Menurutnya, pendistribusian pupuk subsidi dilakukan melalui distributor resmi ke kios-kios yang telah ditunjuk di masing-masing kecamatan, sehingga memudahkan petani dalam memperoleh pupuk sesuai kebutuhan.
Imran juga mengimbau para petani menggunakan pupuk subsidi secara tepat guna dan sesuai dosis, sehingga dapat meningkatkan produktivitas hasil panen.
“Pupuk subsidi ini diharapkan dapat membantu meringankan biaya produksi petani serta meningkatkan hasil pertanian,” katanya.
Pemerintah bersama PT Pupuk Indonesia (Persero) terus berupaya menjaga ketersediaan pupuk subsidi guna mendukung keberlanjutan sektor pertanian nasional.
Adapun harga pupuk subsidi yang ditetapkan pemerintah yakni pupuk urea sebesar Rp1.800 per kilogram atau Rp90.000 per karung ukuran 50 kilogram, NPK Rp1.840 per kilogram atau Rp92.000 per karung ukuran 50 kilogram, serta pupuk organik Rp25.600 per karung.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Kabupaten Bangka, Jamaludin, mengungkapkan bahwa harga pupuk di pasaran saat ini mengalami kenaikan dibandingkan sebelumnya.
“Kalau kita lihat di toko-toko, harga pupuk memang sudah naik,” ujarnya.
Ia menilai kenaikan tersebut tidak terlepas dari dampak konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah yang turut mempengaruhi harga pupuk secara global.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....