Lima Anak Babel Dapat Beasiswa Khusus Korban Kekerasan

  • 03 Apr 2026 13:44 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Bangka - Sebanyak lima anak di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menerima beasiswa khusus bagi korban kekerasan melalui program Bayan Peduli yang diinisiasi oleh PT Bayan Resources.

Program ini merupakan hasil kerja sama antara Bayan Peduli dan Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) sebagai bentuk kepedulian terhadap anak-anak yang terdampak kekerasan agar tetap dapat melanjutkan pendidikan mereka.

Ketua LPAI Bangka Belitung Nurmala Dewi Hernawati menuturkan, beasiswa Bayan Peduli sendiri disalurkan ke berbagai provinsi di Indonesia, dengan kuota sebanyak 10 anak terdampak kekerasan di setiap provinsi. Namun, untuk wilayah Bangka Belitung, tahap penyaluran saat ini diberikan kepada lima anak yang dinilai memenuhi kriteria.

“Seharusnya 10 orang tapi yang baru kami ajukan sebanyak 5 orang. Nanti ke depannya kita ajukan 10 orang," kata Nurmala Dewi, Jumat, 3 April 2026.

Dijelaskan Dewi, untuk anak SD mendapatkan beasiswa sebesar Rp 3 juta, SMP sebesar Rp 5 juta dan SLTA sebesar Rp 7 juta.

Menurutnya, beasiswa yang diperoleh ke lima anak korban kekerasan ini untuk membeli kebutuhan sekolah, tidak boleh dibelikan di luar keperluan sekolah. “Kita berharap anak-anak korban kekerasan tidak putus sekolah dan semangat melanjutkan pendidikan,” ujarnya.

Untuk seluruh daerah di Indonesia semuanya baru tahun 2026 ini mendapatkan beasiswa dari PT Bayan bekerjasama dengan LPAI melalui program Bayan Peduli.

Dia berharap program Beasiswa Bayan Peduli terus berlanjut sehingga anak-anak korban kekerasan bisa terus melanjutkan pendidikan hingga selesai.

Orang tua Au mengaku sangat terbantu putrinya bisa mendapatkan beasiswa dari program Bayan Peduli. "Selama ini anak saya belum pernah mendapat bantuan dari pemerintah. Baru kali ini anak saya dapat beasiswa. Kami sangat berterima kasih kepada LPAI dan PT Bayan melalui program Beasiswa Bayan Peduli sehingga bisa membantu membeli keperluan sekolah anak saya," ucap Rus.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....