Ranginang, Cita Rasa Tradisi dalam Tatar Pasundan
- 03 Mar 2026 13:20 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Sungailiat - Warga Jawa Barat di Bangka Belitung hingga kini masih memperkenalkan kekayaan kuliner tradisional Sunda berupa ranginang.
Ranginang, makanan ringan berbahan dasar nasi yang dikeringkan lalu digoreng hingga renyah, menjadi simbol kearifan lokal masyarakat Sunda. Camilan ini tidak hanya dikenal di tanah Pasundan, tetapi juga digemari masyarakat di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Bangka.
Dalam program acara etnis nusantara “Tatar Pasundan” PRO 4 RRI Sungailiat, sejumlah pendengar berbagi cerita tentang cita rasa ranginang yang khas—gurih, renyah, dan sederhana, namun sarat makna kebersamaan.
Salah satu pendengar, Marni, menuturkan bahwa ranginang mengingatkannya pada masa kecil ketika ibunya menjemur nasi sisa di bawah terik matahari sebelum digoreng.
| Baca juga: Rasa Autentik Sambal Belacan Bangka |
“Dulu ranginang dibuat dari nasi yang tidak habis, jadi selain enak juga tidak mubazir. Sekarang sudah banyak variasi rasa, tapi yang original tetap juara,” ujar Marni.
Sementara pendengar lainnya, Karyan menambahkan bahwa ranginang memiliki nilai budaya yang kuat karena proses pembuatannya mengajarkan kesabaran dan ketelatenan.
“Perlu dijemur sampai benar-benar kering supaya hasilnya mekar dan renyah saat digoreng. Itu bagian dari tradisi yang perlu dijaga,” ujar Karyan.
Ranginang menjadi bukti bahwa kuliner tradisional bukan sekadar makanan, tetapi juga warisan nilai, kebersamaan, dan identitas budaya yang patut dilestarikan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....