Sebantak 17 Dapur MBG Telah Beroperasi di Kabupaten Bangka

  • 17 Apr 2026 22:02 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Sungailiat – Sebanyak 17 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bangka telah beroperasi di lima kecamatan.

Staf Ahli Bupati Bangka Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Boy Yandra yang juga menjabat Ketua Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) Kepulauan Bangka Belitung mengatakan, 17 SPPG tersebut meliputi 6 SPPG di Kecamatan Sungailiat, 2 SPPG di Kecamatan Merawang, 3 SPPG di Kecamatan Belinyu, 2 SPPG di Kecamatan Pemali, 4 SPPG di Kecamatan Mendo Barat.

Saat ini terdapat 3 SPPG yang sedang tahap persiapan dan akan melaksanakan pelatihan keamanan pangan, yakni SPPG Maras Senang, SPPG Merawang Serandang dan SPPG Jada Bahrin.

“Jadi kuota dapur SPPG di Kabupaten Bangka dari pusat sebanyak 32 dapur jadi perkiraan ada sekitar 10 SPPG yang belum diketahui keberadaannya. Kemudian saat ini sudah sekitar seribu relawan SPPG yang sudah dibekali pelatihan keamanan pangan, siap saji oleh tim Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka,” ujar Boy Yandra.

Boy Yandra menambahkan, komitmen dan konsisten dalam menerapkan ilmu semasa pelatihan menjadi kunci utama untuk mencegah adanya keracunan serta mencegah timbulnya penyakit yang bersumber atau ditularkan oleh pangan.

“Ada tiga sertifikat yang wajib dimiliki dapur MBG, yang pertama Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), kemudian HACCP dan sertifikat halal. Ini harus dilengkapi oleh dapur MBG,” tambah Boy Yandra.

Selain itu, SPPG juga wajib melakukan pengawasan mulai dari pemilihan pemasokan atau suplier yang resmi telah memiliki izin edar, penanganan pangan yakni penerimaan bahan pangan, persiapan, pengolahan dan distribusi hingga ke penerima manfaat.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Nora Sukma Dewi mengungkapkan, saat ini pihaknya siap memberikan pelatihan bagi karyawan SPPG.

“Pelatihan selain Dinkes kita juga melibatkan narasumber dari BPOM dan SPPG juga secara proaktif mengusulkan pelatihan itu dan menyelenggarakannya secara mandiri,” ujar Nora Sukma Dewi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....