SPPG Merawang Sempat Terkendala Pasokan Pangan Dapur MBG

  • 07 Mar 2026 19:55 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Bangka - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka sempat mengalami keterbatasan bahan pangan untuk kebutuhan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kondisi tersebut membuat pihak pengelola harus mencari pasokan bahan pangan hingga ke luar wilayah Kecamatan Merawang.

Kepala SPPG Baturusa Merawang Kabupaten Bangka, Hypo Krates mengatakan, keterbatasan pasokan dapur, terutama terjadi pada susu dan buah.

"Selain kelangkaan juga terjadi kenaikan harga beberapa komoditas bahan pangan, khususnya susu dan buah-buahan, sehingga tim pengadaan harus mencari pemasok dari luar wilayah Merawang untuk menjaga ketersediaan bahan," kata Hypo Krates dalam laporan yang diterima RRI, Sabtu, 7 Maret 2026.

Untuk memastikan kegiatan tetap berjalan, pihak SPPG mengambil langkah cepat dengan mencari pemasok dari kecamatan lain.

"Langkah ini dilakukan agar distribusi makanan bergizi kepada para penerima manfaat tidak terganggu. Meski sempat mengalami kendala ketersediaan bahan, kegiatan dapur MBG tetap berjalan sesuai jadwal," kata dia.

Ia menjelaskan, kebutuhan bahan pangan dapur MBG setiap harinya cukup besar karena harus menyiapkan makanan dalam jumlah banyak. Oleh sebab itu, ketersediaan bahan pangan menjadi faktor penting agar proses memasak dan distribusi makanan dapat berjalan lancar.

Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan pemasok lokal dan berbagai pihak terkait untuk memastikan ketersediaan bahan pangan ke depan lebih stabil. Dengan begitu, pelaksanaan program MBG dapat terus berjalan optimal.

“Distribusi tetap kami sesuaikan dengan jadwal sekolah selama Ramadan agar makanan dapat diterima dengan baik oleh para siswa,” ucap Hypo Krates.

Terkait pengaduan layanan, pihak SPPG mencatat adanya dua laporan keterlambatan pengiriman paket MBG di SMP Negeri 1 Merawang dan SMP Negeri 2 Merawang. Pihak pengelola telah berkoordinasi dengan sekolah serta menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan tersebut dan menjadikannya sebagai bahan evaluasi untuk perbaikan ke depan.

Plt. Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kgs Chris Fither, menuturkan, pihaknya melakukan pengecekan menyeluruh terhadap fasilitas dapur SPPG mulai dari area penerimaan bahan baku, ruang pencucian, ruang persiapan bahan, ruang penyimpanan, hingga area pengemasan makanan.

"Kami memastikan penerapan standar operasional prosedur sanitasi serta penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan dapur," ucapnya.

Fither menegaskan bahwa hasil pengawasan di lapangan akan menjadi bahan evaluasi bagi Ombudsman untuk memberikan saran perbaikan kepada penyelenggara program maupun instansi terkait.

"Kami ingin memastikan program ini berjalan akuntabel, tepat sasaran, dan terus diperbaiki jika ada kendala di lapangan. Pengawasan seperti ini penting agar kualitas layanan publik tetap terjaga,” katanya.

Ombudsman berharap melalui pengawasan ini penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis selama bulan Ramadhan dapat terus berjalan secara optimal serta memberikan manfaat nyata bagi para siswa penerima program. (Rel)

Rekomendasi Berita