Dinpanpertan Perkuat Koordinasi dengan SPPG, Manfaatkan Petani Lokal

  • 07 Feb 2026 15:58 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Sungailiat - Dinas Pangan dan Pertanian (Dispanpertan) Kabupaten Bangka terus memperkuat koordinasi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna mengoptimalkan pemanfaatan hasil pertanian dari petani lokal.

Langkah ini dilakukan sebagai upaya mendukung ketahanan pangan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dengan memastikan hasil pertanian mereka terserap secara berkelanjutan.

Kepala Dispanpertan Kabupaten Bangka Syarli Nopriansyah mengatakan, kerja sama dengan SPPG menjadi peluang strategis untuk menghubungkan kebutuhan bahan pangan dengan potensi produksi petani lokal, khususnya komoditas sayur-mayur dan bahan pangan segar lainnya.

“Koordinasi ini penting agar kebutuhan pangan di SPPG dapat dipenuhi dari petani lokal Bangka. Dengan begitu, petani memiliki kepastian pasar dan masyarakat memperoleh bahan pangan yang segar dan berkualitas,” ujarnya kepada RRI, Sabtu 7 Februari 2026.

Untuk di Kabupaten Bangka, dikatakan Syarli, baru ada 9 SPPG selaku pengelola dapur MBG yang aktif sedangkan lainnya dalam tahap persiapan. "Dari 31 target kita tunggu kapan terealisasi semuanya dan ini harus didorong segera ada di Kabupaten Bangka," kata Syarli.

Terkait belum terhubung para petani dengan SPPG, pihaknya sedang menyiapkan sistem tetapi tidak bisa langsung diterapkan karena tetap melibatkan pihak pengepul atau pedagang.

"Tidak setiap hari dan setiap saat petani panen dan tidak setiap hari juga pihak dapur SPPG membutuhkan sayur yang sama, pasti akan berbeda-beda sesuai menu yang ditetapkan oleh petugas gizi dari dapur SPPG sehingga harus ada sistem yang baik yang harus kita susun bersama. Sebetulnya di Kabupaten Bangka sudah rapat yang dipimpin langsung oleh bupati dan pak sekda menyikapi hal ini," ujar dia.

Oleh karena itu, hal ini menjadi evaluasi bagi Dinpanpertan segera memberikan sistem yang baik agar hasil panen sayur petani ini bisa diserap oleh dapur SPPG. Namun diakui Syarli ada kriteria sayuran yang bisa dipakai oleh dapur SPPG karena dengan jumlah yang banyak butuh waktu dalam persiapan dan mengantarkan ke sekolah-sekolah.

"Ada, sayur-sayur yang tidak bisa bertahan terlalu lama karena akan berubah bentuk dan rasanya serta penampilannya sehingga tidak diprioritaskan oleh dapur SPPG untuk digunakan," jelas Syarli.

Menurutnya, para petani juga tidak menanam sembarangan sayur tetapi sesuai kebutuhan pasar jika ingin fokus memasok sayuran ke MBG sesuai kriteria yang dibutuhkan SPPG. "Kami akan kembali bertemu dengan pihak SPPG untuk menyikapi ini seperti apa sistem dan pola yang harus kita buat sehingga petani kita bisa merasakan dampak ataupun manfaat dari kehadiran dapur SPPG," kata dia.

Petani perlu diberdayakan agar, program MBG pemerintah pusat ini terserap ke semua masyarakat. “SPPG yang di Sungailiat, Belinyu, itu harus membeli barang kebutuhandi daerah itulah, bukan ke daerah luar, sehingga perputaran ekonomi dapet untuk masyarakat di desa / kecamatan itu sendiri,” kata Bupati Bangka Fery Insani.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....