Sampel MBG Bangka Positif Terkontaminasi Jamur Kapang dan Salmonella

  • 01 Apr 2026 15:54 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Sungailiat - Hasil pemeriksaan laboratorium yang dilakukan oleh Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Pangkalpinang mengungkap bahwa sampel menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) dari salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Bangka terkontaminasi jamur kapang dan bakteri Salmonella.

Temuan tersebut berkaitan dengan insiden yang menyebabkan lima siswa SMK di Sungailiat mengalami gejala keracunan makanan, seperti mual dan muntah, hingga ada siswa yang harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Nora Sukma Dewi menjelaskan, setelah menerima hasil dari BPOM, pihaknya melakukan koordinasi ke SPPG bersangkutan.

“Untuk keputusan lebih lanjut terkait operasional SPPG, itu bukan ranah kami lagi, tetapi ranah Badan Gizi Nasional (BGN). Kalau kami dari Dinkes sesuai dengan peraturan kesehatan sudah memberikan sanksi administratif lisan dan tertulis, kalau untuk langkah berikutnya perlu dilakukan mitigasi kembali, dilakukan refreshing terhadap SPPG, untuk pelatihan menjamah makanan kembali,” kata Nora kepada RRI, Rabu, 1 April 2026.

Diakui Nora, pihaknya akan melihat dulu aktivitas dapur, mengingat saat ini belum beroperasi, sehingga nanti akan berkoordinasi lebih lanjut dengan BGN terkait persiapan operasional dapur SPPG tersebut.

Mengingat Dinas Kesehatan memiliki peran melakukan pemantauan ke SPPG dengan melibatkan petugas gizi dan kesehatan yang ada di puskesmas secara berkala, serta melakukan refreshing pelatihan dalam menyiapkan menu makanan MBG agar tidak terkontaminasi jamur maupun bakteri yang membahayakan sasaran penerima MBG.

Kepala BPOM Pangkalpinang Agus Riyanto menyerahkan konfirmasi hasil uji sampel menu MBG ke Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka atau Puskesmas Kenanga Rebo.

“Kita menerima sampel menu MBG, terkait hasil pemeriksaannya sudah disampaikan ke Puskesmas Kenanga Rebo,” ujarnya.

Sementara Koordinator BGN Wilayah Bangka Dinda belum merespons konfirmasi yang dilakukan RRI.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....