Dukung MBG, Bangka Andalkan Produksi Petani Lokal
- 20 Jan 2026 17:08 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Bangka – Pemerintah Kabupaten Bangka terus memperkuat ketahanan pangan daerah dengan mengandalkan produksi petani lokal guna mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini dilakukan sebagai upaya memastikan ketersediaan bahan pangan yang sehat, berkualitas, dan berkelanjutan bagi masyarakat, khususnya anak-anak sekolah.
Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Bangka Syarli Nopriansyah mengatakan, pihaknya mendorong pemberdayaan petani lokal untuk memenuhi kebutuhan bahan pangan MBG, seperti sayuran, telur, ayam dan komoditas pertanian lainnya. Selain menjamin pasokan pangan, kebijakan ini juga bertujuan meningkatkan kesejahteraan petani dan menggerakkan perekonomian daerah.
“Kita ingin agar program pusat MBG ini juga dapat menggerakkan ekonomi setempat, hal ini pula menjadi tujuan pemerintah pusat,” kata Syarli kepada RRI, Selasa, 20 Januari 2026.
Dikatakan Syarli, bahwa keterlibatan petani lokal dalam program MBG merupakan strategi penting dalam membangun kemandirian pangan daerah. Dengan memanfaatkan potensi pertanian yang ada, Kabupaten Bangka tidak hanya mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar daerah, tetapi juga menciptakan pasar yang pasti bagi hasil pertanian petani.
“Program MBG menjadi peluang besar bagi petani lokal. Selain mendukung pemenuhan gizi masyarakat, program ini juga memberikan kepastian serapan hasil panen petani,” ujarnya.
Sejumlah kelompok tani di Kabupaten Bangka menyambut baik kebijakan tersebut. Mereka menilai program MBG memberikan motivasi untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian.
“Namun harus jelas, mulai dari harga serta pesanan kebutuhan dari setiap dapur MBG, karena kami mengalami kendala di lapangan, dapur sering merubah pesanan secara tiba – tiba, sementara barang sudah kita siapkan,” kata petani Bintoro.
Dengan kejadian ini, Bintoro berharap, adanya perjanjian dan komitmen dari dapur terhadap kebutuhan bahan baku yang dapat disuplai dari petani, agar barang yang sudah disiapkan petani tidak sia – sia.
“Ini kita sudah siapkan barang yang dibutuhkan, gak taunya batal, petani bingung akhirnya mau lempar kemana barang,” ucap dia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....