Ayah di Era Digital: Penjaga Arah Anak di tengah Banjir Informasi
- 11 Agt 2026 07:23 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Ada masa ketika seorang ayah cukup memastikan dapur tetap mengepul, anak-anak bersekolah, dan kebutuhan keluarga terpenuhi. Namun zaman telah berubah.
- Kehadiran ayah bahkan menjadi semakin penting ketika perhatian anak diperebutkan oleh begitu banyak pihak.
- Kita harus berbicara tentang manusia yang akan mengoperasikan semua kemajuan tersebut.
- Peradaban bermula dari rumah, dari percakapan sederhana antara ayah dan anak, dari keteladanan yang dilihat setiap hari, dan dari doa yang diam-diam dipanjatkan orang tua untuk masa depan anaknya.
- Sukamta menguraikan bahwa tantangan terbesar keluarga modern adalah menjaga pembentukan karakter anak di tengah gempuran arus informasi digital.
Peradaban tidak pertama-tama lahir dari gedung pemerintahan, ruang sidang, kampus, pusat teknologi, atau kawasan industri. Peradaban bermula dari rumah, dari percakapan sederhana antara ayah dan anak, dari keteladanan yang dilihat setiap hari, dan dari doa yang diam-diam dipanjatkan orang tua untuk masa depan anaknya.
Maka ketika seorang ayah memilih meletakkan telepon genggam dan mendengarkan cerita anaknya, ketika ia meluangkan waktu untuk mengajarkan salat, ketika ia mengajak berdiskusi tentang dunia yang sedang berubah, sesungguhnya ia sedang melakukan pekerjaan besar.
Ia mungkin tidak sedang membangun sesuatu yang bisa langsung terlihat. Tetapi bisa jadi, pada saat itulah ia sedang menanam benih peradaban yang buahnya baru akan dipetik puluhan tahun kemudian.
Oleh : Sukamta
(Wakil Ketua Komisi I DPR RI)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....