Euforia Lebaran dan Terkurasnya Tabungan

  • 30 Mar 2026 17:18 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

SEBERAPA besar dan pentingnya peran Lebaran Idulfitri dalam menopang perekonomian kita? Sejauh ini konsumsi dan belanja masyarakat masih menjadi pilar utama perekonomian domestik, sekitar 50-55 persen terhadap PDB Indonesia. Euforia belanja Lebaran mengguyur laba berbagai sektor usaha, bangkit dari kelesuan yang berlarut.

Perputaran uang selama momen Lebaran 2026 ini tergolong sangat fantastis, diperkirakan mencapai Rp1.370 triliun. Bloomberg menyebut perputaran uang sebesar itu didorong tingginya konsumsi, meningkatnya mobilitas masyarakat, pembayaran THR, serta aktivitas belanja yang masif.

Data Kamar Dagang Indonesia (Kadin) memperkirakan perputaran uang kartal (tunai) selama Lebaran 2026 berkisar Rp148 triliun hingga Rp161,8 triliun. Angka ini salah satu perputaran uang tertinggi dalam enam tahun terakhir, sekaligus membuktikan Lebaran tetap dominan sebagai penggerak ekonomi, mengalahkan momen penting nasional lainnya.

Kementerian Perhubungan juga mencatat peningkatan jumlah penumpang di hampir seluruh moda transportasi pada periode H-8 hingga hari H Idul Fitri 1447 Hijriah. Transportasi laut mencatat pertumbuhan paling signifikan.

Jumlah penumpang meningkat dari 2.336.619 orang pada 2025 menjadi 2.697.459 orang pada 2026, atau bertambah 360.840 pemudik. Penumpang jalur laut menunjukkan terjadi sirkulasi ekonomi antarpulau. Uang mengalir hingga ke berbagai wilayah jauh dari Jakarta, menghidupkan perekonomian lokal.

Di sektor transportasi darat, angkutan bus juga menunjukkan kinerja positif dengan tambahan 145.085 penumpang. Total penumpang meningkat dari 1.441.510 orang pada 2025 menjadi 1.586.595 orang pada 2026. Pun juga kereta api mencatat peningkatan jumlah penumpang menjadi 1.832.584 orang pada 2026, atau bertambah 193.805 dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 1.638.779 penumpang.

Sektor penerbangan idem ditto. Jumlah penumpang meningkat 71.993 orang. Total pengguna pesawat pada periode mudik Lebaran 2026 mencapai 2.400.544 orang, naik dari 2.328.551 orang tahun sebelumnya.

Mudik ke Ibu Kota

Saat jutaan warga Jakarta serentak mudik, kota megapolitan itu sejenak terasa lengang. Di balik kekosongan itu ternyata terjadi arus-balik mudik atau berwisata ke ibu kota. Peluang ini ditangkap Pemprov DKI Jakarta menjaring wisatawan dari berbagai daerah.

Terjadi lonjakan pengguna transportasi publik memanfaatkan gratis. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan daya tarik pariwisata temporer ini menciptakan tren positif bagi ekonomi Jakarta.

Pengguna MRT mencapai 135.117 penumpang atau meningkat 59 persen dibandingkan tahun lalu. Sementara LRT mencatat 9.987 penumpang atau naik 6 persen. Lonjakan pengunjung juga terjadi di sejumlah destinasi unggulan.

Kawasan Monas mencatat 126.790 pengunjung, Ragunan 222.991 pengunjung, dan Ancol sekitar 155.000 pengunjung selama masa libur Lebaran. Sampai sebelum Lebaran, transaksinya mencapai Rp21 triliun. Jika berlanjut hingga 31 Maret dapat melampaui Rp25 triliun. Pramono menegaskan Jakarta tetap terbuka bagi siapa saja yang ingin datang dan bekerja dengan kesiapan dan kapasitas agar pendatang dapat berkontribusi positif.

Lebaran 2026 melambungkan keuntungan sektor ritel dan konsumsi berkat tingginya permintaan produk makanan, minuman, pakaian, dan kebutuhan rumah tangga.

Sektor pariwisata dan perhotelan menikmati lonjakan perjalanan domestik dan aktivitas rekreasi selama libur panjang, meningkat okupansi dan pendapatannya. Sektor transportasi dan logistik berupa jasa angkutan darat, laut, udara meningkat drastis seiring dengan tingginya arus mudik dan balik Lebaran 2026.

Pelaku UMKM juga panen omzet khususnya sektor kuliner, hampers, parsel, dan fesyen. Penyedia jasa digital termasuk para pemilik platform belanja online dan layanan digital tumbuh mengejutkan. Dan, tentu saja Pertamina sebagai penyedia bahan bakar otomotif dan elpiji, untung besar.

Tabungan Terkuras

Pemerintah juga meluncurkan program stimulus ekonomi. Menurut Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, program itu diharapkan dapat meningkatkan mobilitas dan menjaga daya beli masyarakat. Lebaran Idulfitri termasuk Nataru mampu meningkatkan mobilitas masyarakat dan jumlah kunjungan wisatawan di berbagai daerah.

Mobilitas pada Lebaran dan Idulfitri tahun lalu mencapai 154,62 juta orang dan libur Nataru 110,43 juta. Libur Nataru menyumbang wisman 1,41 juta dan wisnus 105,98 juta. Pada Idulfitri 2026 ini, Pemerintah berikan stimulus berupa diskon tarif transportasi senilai Rp911,16 miliar. Untuk kereta api potongan tarifnya 30 persen dari harga tiket untuk periode perjalanan 14-29 Maret 2026.

Sedangkan untuk angkutan laut PT Pelni memberi diskon 30 persen dari tarif dasar untuk periode perjalanan 11 Maret-5 April 2026. ASDP bebaskan tarif penyeberangan pada 12-31 Maret 2026, serta angkutan udara diskon tarifnya 17-18 persen ntuk penerbangan domestik kelas ekonomi.

Perusahaan yang panen raya antara lain industri mi instan dan minuman, produk biskuit, kopi, dan permen; termasuk produk kebutuhan rumah tangga dan kebutuhan pribadi. Tak sedikit produk mereka dijadikan bingkisan atau kado Lebaran. Pengelola minimarket dengan jaringan toko yang luas menjangkau hingga wilayah terpencil juga padat pengunjung.

UMKM desa juga mengalami panen singkat. Namun eforia konsumsi ini belum menciptakan fondasi produksi yang berkelanjutan. Pelaku ekonomi desa sering balik kucing ke kondisi semula setelah Lebaran. Aliran uang masuk desa cenderung langsung dibelanjakan. Memang terkesan menggerakkan ekonomi lokal, tetapi belum mampu membangun fondasi perekonomian yang stabil dan permanen.

Pola konsumsi berlebihan baik di desa maupun sebagian warga kota besar, seringkali mengakibatkan tabungan rumah tangga terkuras, daya tahan finansial melemah, dan utang konsumtif meningkat. Alih-alih menciptakan iklim ekonomi yang sehat, euforia belanja saat Lebaran justru bisa menjebak masyarakat pada utang baru.

Penulis: Tjuk Suwarsono (Wartawan)

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....