Akhir Riwayat Diesel Euro 4

  • 16 Mei 2026 11:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

.

Penulis: Tjuk Suwarsono (Wartawan)

TAK yang mengira April-Mei ini pendulum otomotif nasional terguncang hebat. Kemarin kita baru saja terbuai hadirnya mobil listrik yang hemat, dapat diskon pajak, diskon harga, bebas pajak tahunan, bebas ganjil-genap. Mobil listrik pun kian terjangkau, sudah dilengkapi fitur baru lebih modern, tapi harganya setara mobil konvensional yang terendah.

Produsen mobil listrik pun serasa mendapat angin buritan yang kuat. Showroom terus bertambah, penjualan meningkat, stasiun pengisi daya listrik bertumbuh. Terkesan mobil bermesin bakar segera terdepak dari pasar.

Tiba-tiba pemerintah mencabut privilese mobil listrik, cabut segala diskon, dan harus bayar pajak tahunan seperti kendaraan normal.

Dan, hanya berselang minggu akibat krisis Selat Hormuz terjadi guncangan baru. Harga solar nonsubsidi mendadak melejit tinggi. Pertamina Dex dan Dexlite mencapai Rp23.900 per liter atau naik 30 persen dari harga sebelumnya sekitar Rp14 ribu sampai Rp15 ribu per liter. Dexlite kini seharga Rp23.600 dan Pertamina Dex Rp23.900. Kenaikan ini mengulang pola 2022 saat Rusia menginvasi Ukraina.

Pada 2022 Pertamina Dex naik Rp17.200 per liter pada kuartal kedua. Kuartal ketiga jadi Rp18.900. Sementara harga kuartal pertama baru Rp13.200 per liter. Rupanya Pertamina Dex paling sensitif terhadap pengaruh gejolak global.

Nah, tahun ini lonjakannya ekstrem dari harga Rp14.500 ke Rp23.900 per liter. Beruntung solar subsidi masih tetap harganya, meski 2022 pernah naik dari Rp5.150 ke Rp6.800. Mungkinkah solar subsidi juga bakal beringsut menuju Rp9.000 sampai Rp10.000 sebentar lagi?

Nasib Euro 4

Setelah keistimewaan mobil listrik dilucuti, kini giliran mobil mesin disel Euro 4 dibenturkan harga solar. Diesel berteknologi ‘common rail’ tak bisa minum biosolar yang masih sarat kadar belerang.

Common rail adalah sistem injeksi solar mirip dengan Electronic Fuel Injection (EFI) pada mesin bensin. Komponen pendukungnya terdiri dari fuel pump, fuel tank (tangki bahan bakar), fuel filter, supply pumpy, high pressure pump, high pressure accumulator, injector, katup pengatur tekanan, sensor dan komponen EDC (Electronic Driver Control).

Cara kerjanya, bahan bakar solar yang ada pada fuel tank dihisap komponen high pressure pump. Proses ini membuat tekanan bahan bakar naik menuju high pressure accumulator.

Berikutnya EDC bertugas mengatur bahan bakar bertekanan tinggi ini untuk dialirkan ke ruang bakar melalui injector dengan tempo dan durasi waktu yang efisien. Terjadilah proses pembakaran yang presisi membuat kinerja mesin mobil diesel optimal.

Jika salah satu komponen pendukung common rail mengalami gangguan, dipastikan fungsi dan sistem tersendat. Solarnya akan boros dan mobil berpotensi mogok. Diperlukan solar kualitas baik, seperti Pertamina Dex atau Shell V-Power Diesel.

Solar jenis ini memiliki kandungan sulfur (belerang) rendah menghasilkan pembakaran lebih baik dan sedikit residunya. Keunggulan lain, solar ini juga memiliki zat aditif yang berfungsi membersihkan mesin diesel.

Siapa korban paling menderita oleh naiknya Solar Dex? Hanya dalam hitungan minggu, primadona disel seperti Mitsubishi Pajero, Toyota Fortuner, Innova Reborn dibuat limbung. Harga mobil baru dan bekasnya yang sejak dulu paling stabil dan tinggi, kini merosot hingga 20 persen.

Mobil barunya mematung di ruang pamer tanpa pembeli. Sedangkan penjual mobil bekasnya, stop kulakan dan memilih menghabiskan stok di tokonya, itu pun pembelinya masih banyak pikir-pikir.

Mereka menolak membeli unit diesel. Bukan karena mereka benci diesel, tapi karena butuh modal, lalu menyimpannya sampai ada pembeli. Setiap hari, mobil tersebut menghabiskan biaya (bunga modal, tempat, perawatan).

Jika harga pasar terus turun, showroom bisa rugi besar karena terpaksa menjual lebih murah dari harga beli. Jika bertahan tidak segera menjual, jangan-jangan besok harganya jatuh lebih dalam.

Dampak Menyebar

Tak bisa diredam, kebimbangan terhadap diesel menyebar ke mana-mana, termasuk ke operator bus mewah antarprovinsi. Mereka menggunakan bus Euro 4-5, bermesin common rail seperti Volvo B 11R, Scania, Mercedes Benz, Hino RM, yang sudah dipakai secara luas.

Dengan tangki solar berkapasitas 250-300 liter, berapa sekarang harga sekali isi penuh? Boleh jadi tiket bus mewah segera menyesuaikan.

Padahal kondisi sekarang naik bus mewah jarak jauh banyak dipilih. Harga tiketnya di bawah pesawat terbang dan KA Anggrek. Pengguna bus mendapat banyak pilihan, dimanjakan kabin mewah, kursi pijat, bisa tidur, smart TV, wifi, berikut makan dan kudapan. Didukung tol Trans Jawa waktu tempuh tak banyak beda dengan kereta kelas Argo.

Agaknya Pemerintah akan lanjut perketat penyaluran solar subsidi. Kebijakan per 1 April 2026 solar subsidi dibatasi maksimal 50 liter per hari untuk kendaraan tertentu, sehingga mobil diesel pribadi dipaksa beralih ke solar non-subsidi. Contoh Innova Reborn dengan tangki 55 liter kini harus bayar Rp1,3 juta untuk solar nonsubsidi, padahal dulu tak lebih Rp800 ribuan. Jika sebulan harus mengisi 4-5 kali, biaya BBM bisa mencapai Rp5-6 juta per bulan.

Kini semua cemas menanti apakah ini hanya sementara, atau justru akan disusul aturan baru yang kian memusingkan. Beban hidup warga tak semakin ringan, karena solar pasti akan memicu gejolak lainnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....