Ketahui Deretan Pantangan saat Tahun Baru Imlek

  • 17 Feb 2026 12:17 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Masyarakat Tionghoa meyakini bahwa Tahun Baru Imlek menandai awal siklus kehidupan baru. Sehingga, perilaku pada masa ini dipercaya memengaruhi keberuntungan sepanjang tahun.

Oleh karena itu, terdapat berbagai tradisi berisi anjuran dan larangan. Sebagian berlaku khusus pada hari pertama Imlek, sementara lainnya berlaku sepanjang perayaan hingga hari ke-15 kalender lunar.

Mengutip China Highlights, berikut pantangan-pantangan selama periode Tahun Baru Imlek:

  1. Hindari minum obat
    Meminum atau meracik obat pada hari pertama dipercaya menandakan sakit sepanjang tahun. Di beberapa daerah, orang yang sering sakit bahkan memecahkan wadah obat setelah tengah malam sebagai simbol mengusir penyakit.
  2. Jangan menyapu atau membuang sampah
    Menyapu dianggap seperti “menyapu rezeki. Sementara itu, membuang sampah melambangkan membuang keberuntungan.
  3. Hindari kata-kata buruk
    Ucapan tentang kematian, penyakit, kemiskinan, atau hal negatif lain sebaiknya dihindari. Ucapan ini dapat diganti dengan ungkapan yang lebih halus.
  4. Tidak sarapan bubur atau daging.
    Bubur biasa diasosiasikan dengan kemiskinan. Sedangkan, daging dihindari sebagai bentuk penghormatan kepada dewa-dewa yang diyakini tidak menyukai pembunuhan hewan.
  5. Jangan keramas atau potong rambut.
    Kata “rambut” (fa) berbunyi sama dengan “kaya”, sehingga mencuci rambut dianggap seperti membuang rezeki. Potong rambut juga diyakini membawa kesialan.
  6. Tidak mencuci pakaian.
    Hari pertama dan kedua dianggap sebagai hari kelahiran dewa air. Mencuci pakaian dinilai tidak sopan, sekaligus dianggap membuang simbol kekayaan yang dilambangkan air.
  7. Hindari menjahit.
    Dahulu perempuan tidak melakukan pekerjaan jahit dari hari pertama hingga kelima. Mereka percaya menjahit akan membawa tahun yang penuh kerja keras.
  8. Jangan memakai gunting atau pisau.
    Gunting diibaratkan “lidah tajam” yang bisa memicu pertengkaran. Sementara itu, pisau dikhawatirkan mendatangkan kecelakaan atau kesialan finansial.
  9. Jangan memberi angpao dengan jumlah ganjil.
    Angka genap dianggap membawa keberuntungan. Angka seperti 4 dihindari karena bunyinya mirip kata “mati.”
  10. Hindari memberi hadiah tertentu.
    Jam, gunting, atau buah pir misalnya, memiliki makna simbolis yang dianggap kurang baik dalam budaya Tionghoa.
  11. Jangan memecahkan barang.
    Pecahnya mangkuk, piring, gelas, atau cermin dianggap pertanda sial, kerugian, atau perpecahan keluarga. Jika terjadi, pecahannya dibungkus kertas merah sambil mengucapkan doa keselamatan sepanjang tahun.
  12. Anak perempuan yang sudah menikah tidak pulang ke rumah orang tua pada hari pertama.
    Tradisi lama meyakini hal ini dapat membawa kesulitan ekonomi bagi keluarga orang tua. Biasanya kunjungan dilakukan pada hari kedua.
  13. Jangan biarkan anak menangis.
    Tangisan dipercaya membawa kesialan, sehingga orang tua berusaha menenangkan anak secepat mungkin.
  14. Hindari pergi ke rumah sakit.
    Kunjungan ke rumah sakit dipercaya membuat seseorang mudah sakit sepanjang tahun, kecuali dalam keadaan darurat.
  15. Jangan meminjam atau meminjamkan uang.
    Utang sebaiknya dilunasi sebelum malam tahun baru, dan menagih utang saat Imlek dipercaya membawa nasib buruk sepanjang tahun.
  16. Jangan memakai pakaian rusak.
    Pakaian sobek, terutama pada anak-anak, diyakini membawa kesialan.
  17. Hindari pakaian hitam atau putih.
    Kedua warna ini identik dengan suasana duka dalam tradisi Tionghoa. Merah justru dianggap warna keberuntungan.
  18. Tidak membunuh makhluk hidup.
    Dari hari pertama hingga ke-15, tindakan membunuh dihindari karena darah dianggap pertanda buruk. Karena itu, penyembelihan hewan biasanya dilakukan sebelum Imlek.

Meskipun zaman terus berkembang, berbagai pantangan ini tetap dijaga sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi dan upaya menjaga keharmonisan keluarga. Dengan menghindari hal-hal tersebut, masyarakat Tionghoa berharap pintu rezeki tetap terbuka lebar dan kebahagiaan menyertai sepanjang tahun baru.

Rekomendasi Berita