Menteri Wihaji ke Lampung, Cek SPPG hingga Beri Bantuan
- 24 Sep 2025 17:04 WIB
- Bandar Lampung
KBRN, Lampung Tengah: Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/ Kepala BKKBN, Wihaji, melakukan kunjungan kerja ke Desa Poncowarno, Kecamatan Kalirejo, Kabupaten Lampung Tengah, Rabu (24/9/2025).
Kunjungan ini untuk memantau pelaksanaan Program Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) yang menjadi salah satu upaya strategis pemerintah dalam menurunkan angka stunting.
Dalam kunjungannya, Menteri Wihaji didampingi Bupati Lampung Tengah, perwakilan DPR RI Komisi V, serta jajaran Direksi PTPN dan instansi terkait. Ia mengapresiasi sinergi lintas sektor dalam upaya percepatan penurunan stunting, termasuk dukungan PTPN sebagai “Orang Tua Asuh” dalam program ini.
“Lampung Tengah ini sudah cukup baik, prevalensi stunting-nya di bawah rata-rata nasional. Kalau nasional 19,8 persen, di sini di bawah 15 persen,” kata Wihaji kepada RRI.
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, saat memberikan keterangan. (Foto:RRI/Galih Prihantoro).Meski demikian, Wihaji menyatakan masih ada beberapa wilayah yang membutuhkan perhatian lebih. Ia menjelaskan, penyebab stunting tidak hanya karena kekurangan gizi, tetapi juga faktor non-nutrisi seperti sanitasi buruk, kurangnya akses air bersih, serta rumah yang tidak layak huni.
"Stunting itu sebabnya ada nutrisi dan non-nutrisi. Yang non-nutrisinya itu air bersih, sanitasi, dan MCK. Kalau untuk nutrisi ini kami sudah bantu 200 warga sini, yang dibantu selama enam bulan ke depan untuk kita bantu nutrisi," jelasnya.
Dalam kunjungannya, Menteri Wihaji juga sempat mengunjungi satu keluarga yang masuk dalam kategori Keluarga Risiko Stunting (KRS). Dari hasil pemeriksaan bersama Bupati Lampung Tengah yang juga seorang dokter, diketahui bahwa dua dari tiga anak dalam keluarga tersebut menunjukkan potensi stunting, yang disebabkan oleh buruknya kondisi sanitasi dan MCK di lingkungan rumah.
"Dia punya anak tiga, balitanya dua. Di lihat dari berat badan dan tinggi badan, kelihatannya memang ada potensi (stunting). Kemudian setelah dicek sama Pak Bupati ternyata signifikan. Kenapa begitu? Ada pengaruhnya kita cek MCK-nya di belakang, kemudian juga air bersihnya," ujarnya.
Rumah salah satu keluarga di Desa Poncowarno yang mendapatkan program bantuan bedah rumah. (Foto:RRI/Galih Prihantoro)"Alhamdulillah kita bantu rumah layak huni, kemudian yang lain-lainnya nanti kita koordinasikan," katanya, menambahkan.
Tak hanya itu, Menteri Wihaji juga meninjau langsung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk memastikan distribusi Makanan Bergizi Gratis (MBG) tepat sasaran. Dari 3.600 lebih penerima, sebanyak 336 merupakan ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD.
“Ini perintah langsung Bapak Presiden. Kami pastikan penyaluran MBG ini sesuai kebutuhan, karena tiap kelompok seperti bayi, ibu hamil, anak sekolah kebutuhan gizinya beda-beda. Saya cek langsung tadi jenis menunya," ujarnya.
Sebagai bagian dari kunjungan kerja Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, ke Lampung Tengah pada Rabu (24/9/2025), sejumlah program bantuan disalurkan di dua kabupaten, yaitu Lampung Tengah dan Pesawaran.
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, memberikan sejumlah bantuan kepada masyarakat di Lampung. (Foto:RRI/Galih Prihantoro)Bantuan yang merupakan kerja sama bersama PTPN ini merupakan upaya percepatan penurunan stunting melalui Program Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting).
Salah satu bentuk intervensi yang diberikan adalah bantuan nutrisi untuk 200 sasaran, masing-masing 100 sasaran di Lampung Tengah dan 100 di Pesawaran. Para penerima akan memperoleh paket sembako setiap minggu selama enam bulan. Selain itu, Tim Pendamping Keluarga (TPK) juga mendapatkan insentif sebesar Rp 5.000 per sasaran per minggu. Total nilai bantuan nutrisi yang disalurkan mencapai Rp 528 juta.
Tak hanya fokus pada kebutuhan gizi, bantuan juga menyasar aspek non-nutrisi yang menjadi faktor penyebab stunting. Pemerintah melaksanakan program bedah rumah di dua titik, masing-masing satu rumah di Lampung Tengah dan satu di Pesawaran. Setiap unit rumah mendapatkan bantuan senilai Rp 35 juta, dengan total anggaran sebesar Rp 70 juta.
Selain itu, untuk mendukung sanitasi yang layak, dibangun enam unit jamban sehat di dua kabupaten tersebut. Masing-masing kabupaten menerima tiga titik pembangunan jamban, dengan nilai bantuan sebesar Rp 5 juta per unit. Total bantuan untuk program ini mencapai Rp 30 juta.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....