2026 sebagai Tahun Kuda Api, Momentum Besar yang Perlu Dikendalikan
- 17 Feb 2026 15:33 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID,Sorong-Dalam rangka peringatan Tahun Baru Imlek, Pakar Astrologi Pola (Astrology Pattern Recognition Specialist), Gunadi Lie, membagikan pandangannya mengenai peruntungan tahun 2026 yang disebut sebagai Tahun Kuda Api menurut astrologi Tiongkok.
Dalam dialog Sorong Menyapa Sabtu 14 Febuari 2026., ia menjelaskan bahwa tahun 2026 merupakan momentum langka dalam siklus 60 tahunan kalender Feng Shui.
“Kalau kita bicara Feng Shui atau astrologi Tiongkok, itu ada siklus 60 tahun. Tahun Kuda Api ini akan berulang lagi 60 tahun mendatang. Artinya, setelah 2026, siklus yang sama akan muncul kembali pada 2086,” ujarnya.
Menurutnya, Tahun Kuda Api memiliki karakter energi yang sangat kuat karena unsur api muncul di dua elemen sekaligus, yakni di langit dan di bumi.
“Tahun ini adalah Tahun Kuda Api, di mana langit dan bumi itu menyala. Api di atas, api juga di bawah. Jadi energi api benar-benar berkuasa,” jelasnya.
Ia menerangkan bahwa dalam kepercayaan Feng Shui, langit dibagi menjadi delapan sektor yang kemudian berkembang menjadi sistem 60 tahun siklus perputaran energi. Tahun dengan elemen api ganda seperti ini dinilai sebagai momentum besar yang bisa membawa dampak positif maupun negatif.
“Api itu bisa positif, bisa negatif. Tergantung bagaimana manusia meresponsnya, Kalau sisi positifnya, semua orang akan dilanda energi semangat. Api itu cinta, api itu gairah. Kita jadi penuh motivasi, bergejolak untuk melakukan sesuatu,” ungkapnya.
Namun ia mengingatkan, energi yang berlebihan justru bisa memicu dampak negatif, terutama dari sisi emosi. Karena itu, ia mengibaratkan manusia seperti mesin kendaraan yang membutuhkan sistem pendingin agar tetap stabil.
“Seperti mobil yang perlu air radiator. Kalau tidak ada pendingin, mesin bisa jebol. Di tahun ini kita juga perlu pendingin supaya bisa mengontrol api dalam diri kita,” ujarnya.
Pendingin yang dimaksud bukanlah secara fisik, melainkan secara spiritual dan pengendalian diri. Coach Gunadi juga menambahkan bahwa tidak semua orang memiliki respons energi yang sama terhadap elemen api. Menurutnya, hal itu bergantung pada perhitungan tanggal dan jam kelahiran masing-masing individu.
“Pendingin paling luar biasa adalah doa. Ketika kita merasa tidak nyaman, banyak hambatan, atau emosi mulai tidak stabil, itu alarm bagi tubuh kita. Maka kita harus berdoa, minta perlindungan Tuhan,” jelasnya.
Sebaliknya, bagi mereka yang tidak membutuhkan unsur api dalam perhitungan elemennya, awal tahun bisa terasa lebih berat.
“Kalau dari awal sudah terasa banyak hambatan, emosional, pekerjaan tersendat, itu tanda harus lebih waspada dan proteksi diri,” ujarnya.
Gunadi mengajak masyarakat untuk menjalani Tahun Kuda Api 2026 dengan sikap bijak dan seimbang.
“Energi besar ini adalah momentum luar biasa. Tinggal bagaimana kita mengelolanya. Jangan sampai terbawa panasnya, tapi manfaatkan semangatnya,” pungkasnya.