Keutamaan I’tikaf pada Sepuluh Malam Terakhir Ramadhan

  • 13 Mar 2026 01:26 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID,SORONG- Bulan Ramadhan menjadi momen penting bagi umat Islam untuk meningkatkan ibadah. Memasuki sepuluh malam terakhir, umat Muslim dianjurkan untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah. Salah satu amalan yang sering dilakukan adalah i’tikaf, yaitu berdiam diri di masjid sambil memperbanyak ibadah seperti shalat, membaca Al-Qur’an, zikir, dan berdoa.

Dilansir dari NU Online, i’tikaf merupakan ibadah sunnah yang sangat dianjurkan, terutama pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 187 juga dijelaskan tentang pelaksanaan i’tikaf di masjid sebagai bagian dari ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Dalam penjelasan ulama yang tertulis dalam kitab Fathul Qarib, i’tikaf diartikan sebagai berdiam diri di masjid dengan niat beribadah kepada Allah dalam waktu tertentu. Praktik ini juga dicontohkan langsung oleh Nabi Muhammad SAW yang secara rutin melaksanakan i’tikaf pada sepuluh malam terakhir Ramadhan, sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim.

Para ulama menjelaskan bahwa tujuan i’tikaf adalah membersihkan hati dan menenangkan diri dari kesibukan dunia. Dengan memperbanyak zikir, membaca Al-Qur’an, serta berdoa di masjid, seseorang diharapkan dapat lebih fokus mendekatkan diri kepada Allah dan memperkuat keimanan selama bulan suci Ramadhan.

Rekomendasi Berita