Kemarau Hambat Distribusi CPO, Bupati sintang Usul Alih Terminal Umum dan Bersabar

  • 02 Okt 2026 11:26 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang – Kemarau panjang yang menyebabkan debit sejumlah sungai di Kalimantan Barat menurun tidak hanya menghambat distribusi BBM menuju Kabupaten Sintang, tetapi juga berdampak pada kelancaran pengangkutan Crude Palm Oil (CPO). Kondisi ini membuat kapasitas tangki penampungan di sejumlah Pabrik Kelapa Sawit (PKS) terbatas dan berimbas pada penyerapan buah sawit milik petani.

Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala, meminta para petani sawit memahami kondisi yang dihadapi pabrik di tengah terganggunya jalur angkutan sungai. Menurutnya, keterbatasan pengangkutan CPO membuat pabrik tidak dapat menggiling dan menampung buah sawit dalam jumlah normal.

Bala menilai kondisi tersebut membutuhkan kesabaran dari seluruh pihak agar persoalan yang muncul akibat kemarau tidak semakin meluas. Ia mengajak petani menahan emosi dan memahami keterbatasan distribusi yang saat ini terjadi.

“Di pabrik sekarang memang kondisi kita antre. Kita juga harus memaklumi kawan-kawan yang punya pabrik. Saya yakin pabrik juga mau menerima buah sebanyak-banyaknya, tetapi situasi keterbatasan kapasitas mereka untuk menggiling juga terbatas, kita betul-betul perlu menahan emosi. Itu sangat penting di situasi-situasi sulit seperti ini,” ujar Bala dalam program Bupati Menyapa RRI Sintang, 24 September 2026.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Sintang mendorong Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mengambil langkah konkret untuk menjaga kelancaran tata niaga kelapa sawit. Salah satu solusi yang dinilai perlu segera dilakukan yakni mengubah fungsi salah satu terminal khusus di Tayan menjadi terminal umum yang dapat digunakan untuk kegiatan bongkar muat CPO.

Menurut Bala, keterbatasan terminal bongkar muat di Tayan menjadi salah satu persoalan yang perlu segera dicarikan jalan keluar. Sebab, kondisi tersebut berkaitan langsung dengan kelancaran pengiriman CPO dari Kabupaten Sintang menuju jalur distribusi berikutnya.

“Untuk menetapkan status tanggap darurat bencana kekeringan memang persyaratannya cukup sulit. Tetapi fakta di lapangan sudah menunjukkan bahwa bencana kekeringan terjadi dan dampaknya sudah kita rasakan. Saya sudah bertemu dengan seluruh PKS yang ada, sebanyak 13 PKS. Mereka mengeluhkan kurangnya terminal bongkar muat CPO di Tayan,” ujar Bupati Sintang dalam Pertemuan Koordinasi Penetapan Bencana Kekeringan yang Berdampak terhadap Berhentinya Angkutan Sungai, khususnya distribusi CPO di pendopo bupati Sintang 21 September 2026.

Di tengah kondisi tersebut, diharapkan pengertian dan perhatian dari seluruh masyarakat menjadi penting agar setiap pihak dapat saling memahami serta menjaga situasi tetap kondusif. Dengan adanya langkah bersama dan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan kondisi kemarau segera membaik sehingga distribusi BBM maupun CPO kembali lancar dan aktivitas ekonomi masyarakat dapat berjalan normal. (din)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....