Pasir Timbul Kamla Sintang Jadi Berkah bagi UMKM Lokal

  • 21 Sep 2026 09:31 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang – Fenomena pasir timbul di bawah Jembatan Melawi, Kelurahan Kampung Ladang, Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang, tak hanya menjadi destinasi wisata dadakan bagi masyarakat. Munculnya kawasan pasir timbul tersebut juga membawa berkah ekonomi bagi warga sekitar yang membuka usaha di lokasi.

Sejumlah warga memanfaatkan kunjungan masyarakat dengan berjualan berbagai makanan dan minuman. Salah satunya Nina, warga sekitar yang telah berjualan di kawasan tersebut sejak ramai dikunjungi warga.

Ia mengatakan, kawasan wisata dadakan tersebut sebelumnya ramai dikunjungi masyarakat. Oleh warga, lokasi itu bahkan dijuluki PIK atau Pantai Indah Kamla.

“Di tempat wisata dadakan ini, biasa anak-anak sekarang nyebutnya PIK atau Pantai Indah Kamla, Kamla itu maksudnya Kampung Ladang. Kami di sini warga sekitar atau UMKM berjualan di sekitar pasir timbul,” ujar Nina, Minggu, 13 September 2026.

Nina biasanya mulai membuka dagangannya sejak pukul 15.00 WIB hingga sekitar tengah malam. Khusus akhir pekan, aktivitas berjualan bisa berlangsung lebih lama.

“Kami mulai dari jam 3 sore, nanti malamnya sampai jam 12. Kadang-kadang kalau malam minggu bisa sampai jam 1 atau jam 2,” katanya.

Berbagai jenis makanan dan minuman ditawarkan Nina untuk memenuhi kebutuhan pengunjung yang datang menikmati suasana pasir timbul. Mulai dari makanan instan hingga aneka minuman dan jajanan tersedia di lapaknya.

“Yang dijual ini paling minuman saset, terus ada Pop Mie, ini minuman juga ada es kopyor, cincau, susu, terus ada sosis dan gorengan,” ujarnya.

Menurut Nina, kunjungan pengunjung memberikan dampak langsung terhadap pendapatan para pedagang. Saat kunjungan meningkat, penjualan pun ikut mengalami peningkatan.

“Untungnya dulu lumayan ya, kalau misalnya modal Rp1 juta ya dapatlah Rp2 jutaan, itu dapat keseluruhannya. Kalau paling ramai pas minggu pertama pas viral itu tembus Rp6 jutaan,” kata Nina.

Nina menuturkan, dalam beberapa waktu terakhir jumlah pengunjung wisata dadakan pasir timbul sudah berkurang. Nina menduga kondisi kabut asap yang menyelimuti wilayah Sintang menjadi salah satu faktor yang membuat masyarakat mengurangi aktivitas wisata di luar rumah.

Meski demikian, keberadaan pasir timbul di bawah Jembatan Melawi tetap menjadi peluang ekonomi bagi warga sekitar yang membuka usaha kecil sekaligus menambah penghasilan keluarga. (Sta)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....