Curah Hujan Minim, Pertumbuhan Padi dan Jagung di Sintang Terganggu

  • 17 Sep 2026 09:10 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang – Minimnya curah hujan mulai berdampak terhadap pertumbuhan tanaman pangan di Kabupaten Sintang. Tanaman padi yang ditanam sejak Juni mengalami pertumbuhan tidak optimal, sehingga mempengaruhi produktivitas hasil panen.

Ketua Tim Kerja Penyuluh Pertanian Kabupaten Sintang, Yunaer, mengatakan kondisi tersebut belum dapat dipastikan sebagai gagal panen. Namun, pertumbuhan tanaman yang terhambat akibat keterbatasan air berpotensi memengaruhi hasil produksi yang diperkirakan menurun.

“Kami melaksanakan pertanaman di bulan Juni, kondisi hujannya sedikit sekali sehingga pertumbuhan tanaman itu terhambat. Tetapi kami tidak bisa mengatakan bahwa tanaman itu akan gagal panen, tetapi produktivitas panen akan pasti menurun,” ujar Yunaer dalam rapat koordinasi antisipasi dan respons terhadap kemarau panjang di Kabupaten Sintang, Selasa 15 September 2026.

Menurut Yunaer, ketersediaan air sangat dibutuhkan tanaman padi pada sejumlah fase pertumbuhan. Berdasarkan laporan penyuluh di lapangan, tanaman yang ditanam sejak Juni dan Juli mengalami pertumbuhan kurang maksimal akibat kondisi cuaca yang kering.

“Pertumbuhan tanaman padi pada fase-fase tertentu itu sangat membutuhkan adanya kebutuhan air. Tanaman pada bulan Juni, Juli seperti yang dilaporkan penyuluh di lapangan, banyak yang memang pertumbuhannya kurang maksimal atau kurang optimal,” katanya.

Selain padi, Yunaer menyebut tanaman jagung yang ditanam sejak Juni juga mengalami pertumbuhan tidak maksimal. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena apabila curah hujan belum kembali normal, produktivitas tanaman pangan di Kabupaten Sintang berpotensi ikut terdampak. (din)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....