Pengecer Jual Pertalite hingga Rp20 Ribu
- 16 Sep 2026 09:08 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang – Panjangnya antrean Pertalite di sejumlah SPBU Kabupaten Sintang turut berdampak pada harga BBM di tingkat pengecer. Masyarakat yang tidak ingin menghabiskan waktu berjam-jam mengantre harus menghadapi harga eceran yang jauh lebih tinggi.
Harga Pertalite di tingkat pengecer di sejumlah lokasi di wilayan kota Sintang bahkan disebut mencapai Rp17.000 per liter. Sementara di wilayah perdesaan yang jauh dari pusat Kota Sintang, harganya dapat mencapai Rp20.000 per liter.
Kondisi tersebut membuat sebagian masyarakat tetap memilih mengantre di SPBU meskipun harus menyediakan waktu hingga berjam-jam. Salah satunya Mimi, warga Desa Sungai Ana, Kecamatan Sintang.
| Baca juga: Peternak Lokal Kewalahan Siapkan Sapi Kurban |
Mimi mengatakan Pertalite yang dibelinya digunakan untuk menunjang aktivitas pekerjaan dengan tujuan perjalanan menuju Kecamatan Kelam Permai. Menurutnya, membeli BBM eceran tidak menjadi pilihan karena harganya cukup mahal.
“Saya beli bensin ini memang biasa di SPBU, karena untuk kerja jauh kan ke Kelam. Kalau di jalan itu sudah mahal, kalau eceran itu sudah Rp17.000. Jadi memang ini isi bensin ke SPBU untuk besok kerja,” ujarnya, Selasa, 15 September 2026.
Untuk mendapatkan Pertalite di SPBU, Mimi mengaku harus menghabiskan waktu sekitar satu setengah jam. Bahkan, antrean yang dialaminya pernah berlangsung lebih dari dua jam.
“Saya antre Pertalite ini satu setengah jam, biasa juga pernah dua jam lebih baru dapat,” kata Mimi.
Menurut Mimi, kondisi tersebut cukup menyulitkan masyarakat yang memiliki kebutuhan mobilitas tinggi, terutama pekerja yang harus menempuh perjalanan jauh setiap hari.
Lamanya antrean dan tingginya harga BBM di tingkat pengecer membuat masyarakat berada pada pilihan yang sama-sama sulit, antara menghabiskan waktu di SPBU atau mengeluarkan biaya lebih besar untuk membeli BBM eceran.
Mimi berharap pasokan Pertalite di SPBU dapat ditambah sehingga masyarakat tidak lagi harus mengantre terlalu lama untuk mendapatkan BBM bersubsidi.
“Harapannya stok Pertalite ini bisa banyak lagi ya, biar kami masyarakat ini tidak perlu antre terlalu lama,” ujarnya.
Ia berharap ketersediaan BBM yang lebih memadai dapat membantu masyarakat menghemat waktu dan biaya, khususnya bagi warga yang setiap hari menggunakan kendaraan untuk bekerja dan melakukan perjalanan antarkecamatan. (Sta)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....