Harga Tiga Komoditas Pokok di Pasar Tradisional Sintang Masih Mahal
- 06 Jul 2026 14:54 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang – Tiga Komoditi, Tomat, wortel dan bawang merah di pasar tradisional kota Sintang hari ini masih mahal, bawang merah dengan harga 65 – 70 ribu rupiah per kilogram, wortel dan tomat 45 – 50 ribu rupiah per kilogram.
Salah seorang pembeli Ica mengatakan tidak terlalu khawatir dengan masih mahalnya tiga jenis komoditi ini yang penting tetap tersedia di pasar dengan harga yang masih terjangkau karena merupakan kebutuhan pokok untuk konsumsi keluarga.
‘’Karena zaman sekarang kan setara-tara naik semua, mau BBM, sembako, apapun itu naik semua. Jadi kita ini kayak langsung, enggak apa-apa, yang penting barang itu ada karena kita lebih takut kehabisan barang daripada peningkatan harga. Menurut saya seperti itu. Dan untuk harga sembako, kok kayak bawang, bawang merah, intinya minyak, dan lain-lain sebagainya. Ataupun harga-harga gantoman, ikan. Intinya ikan yang dahulunya bisa kita tahu lumayan murah, harganya sekarang itu semuanya pada naik semua,’’ kata Ica, Sabtu, 4 Juli 2026.
Mahalnya harga tiga komoditi ini dibenarkan Salah seorang pedagang di pasar Junjung Buih Sintang, mama Novi mengatakan wortel dan tomat sebelumnya dengan harga 30 ribu rupiah perkilogram, untuk harga cabai memang masih mahal, tapi sebelumnya juga pernah dengan harga diatas ini, perbedaan harga juga berpengaruh terhadap kualitas komoditi antara pangan lokal dan impor.
Meski demikian, aktivitas jual beli di pasar tradisional tetap berjalan seperti biasa. Sebagian besar pembeli memilih mengurangi jumlah pembelian dibandingkan menunda membeli, mengingat tomat, wortel, dan bawang merah merupakan bahan yang hampir selalu digunakan dalam kebutuhan memasak sehari-hari.
“Tomat, wortel, bawang merah. Selama ini memang enggak, baik. Kalau ecerannya di sini, bawang merah kan, namun di begitu, wortelnya 45-50. Sebelumnya kan kita jual paling 30. Itu untuk wortel? Iya, wortel, tomat, dan bawang merah tergantung modal. Enggak cumin, cuma mungkin ada yang gagal panen. Kalau wortel itu kan biasanya dari yang ekspor itu, yang mulus-mulus itu ekspor, lebih mahal. Kalau yang agak kasar itu kan dari medan, punya kita sendiri agak medan. Sekarang itu mahal jadinya kan,” kata Mama Novi.
Sementara itu hasil monitoring Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Sintang di pasar tradisional Kota Sintang harga komoditi pekan ini ada yang cukup mahal namun ada juga yang mengalami penurunan harga. Kabid Perdagangan Disperindagkop dan UKM Kabupaten Sintang, Erlis Kurniasih mengatakan bahan pokok yang mengalami kenaikan harga sepekan ini sawi hijau yang sebelumnya 22 ribu rupiah per kilogram menjadi 25 ribu rupiah per kilogram. Kenaikan ini dipengaruhi beberapa faktor diantaranya perubahan cuaca, biaya transportasi dan distribusi juga mempengaruhi kenaikan harga.
“Berdasarkan hasil pantauan di pasar Masuka Kabupaten Sintang, bahan pokok yang mengalami kenaikan harga sepekan ini, yaitu sawi hijau yang sebelumnya harga Rp22.000 per kilo, saat ini dijual dengan harga Rp25.000 per kilo. Kenaikan ini dipengaruhi beberapa faktor di antaranya perubahan cuaca akibat curah hujan yang tinggi dan musim kemarau sehingga perkurangnya kapasitas produksi,” Erlis Kurniasih.
Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga seperti cabai merah kering yang sebelumnya dengan harga Rp60.000 per kilogram menjadi Rp40.000 per kilogram, cabai rawit merah Rp65.000 menjadi Rp50.000 per kilogram, cabai rawit hijau Rp40.000 per kilogram menjadi Rp35.000 per kilogram, bawang putih dari Rp40.000 per kilogram menjadi Rp39.000 per kilogram, bahan pokok lainnya masih dalam kondisi stabil dan terkendali.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....