Dukung Pengadaan 14 Ekskavator Mini, DPRD Sintang Beri Catatan
- 15 Sep 2026 19:53 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang - Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sintang untuk melakukan pengadaan 14 unit alat berat berupa ekskavator mini PC 60 melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Tahun 2026 mendapat respons dari jajaran legislatif. Rencana ini dinilai sebagai langkah positif, namun memerlukan strategi pengelolaan operasional yang sangat matang agar tepat sasaran.
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Yohanes Rumpak, menyambut baik usulan pengadaan tersebut. Menurutnya, keberadaan alat berat berskala kecil ini dapat menjadi solusi nyata bagi masyarakat desa, khususnya untuk membantu para peladang yang selama ini masih membuka lahan dengan mengandalkan alat tradisional.
"Pertama, ini adalah sebuah ide yang bagus dan kita harapkan ini bisa efektif. Peladang hari ini kan dengan parang dan segala macam. Mungkin di kampung mulai perlu ada alat berat, peladang buka lahan bisa menggunakan ekskavator ini," ujar Yohanes Rumpak.
Meski demikian, Rumpak mengingatkan eksekutif agar tidak hanya terpaku pada proses pembelian unit semata. Ia menekankan perlunya dukungan armada sarana pengangkut tambahan, seperti truck crane, agar mobilitas ekskavator dari satu lokasi ke lokasi lainnya di daerah pedalaman bisa berjalan dengan efisien.
Sistem pengelolaan dan pemeliharaan alat juga menjadi sorotan utamanya. Ia mendesak agar pemerintah daerah menyiapkan perangkat atau satuan khusus yang berdedikasi penuh untuk merawat dan mengatur jadwal penggunaan alat berat tersebut.
"Yang perlu dijaga adalah ini harus ada satu satuan yang mengurusnya dengan sungguh-sungguh," tegasnya.
Lebih lanjut, Rumpak mengungkapkan bahwa sejumlah fraksi di DPRD Sintang masih mempertanyakan tolak ukur efektivitas dari program ini, terutama terkait kemampuannya menjawab persoalan pembukaan lahan yang dihadapi masyarakat agraris saat ini.
"Apakah benar bisa menjawab, memecahkan masalah, terutama dari peladang berpindah menjadi bekerja dengan alat berat ini, dan alat berat ini efektif untuk masyarakat? Kalau dinasnya tidak lincah, saya tidak begitu yakin ini bisa sukses. Orang yang tidak tepat untuk mengurus ini juga kita tidak begitu yakin ini bisa sukses," kritiknya memberikan catatan evaluasi.
Sebagai penutup, ia menaruh harapan besar agar rencana realisasi 14 alat berat ini benar-benar dibarengi dengan sistem pemeliharaan yang memadai dan komitmen tinggi dari instansi terkait. "Karena ini barang baru, kita berharap pemerintah kemudian bekerja keras, memanfaatkan dan menggunakan ini dengan sungguh-sungguh," pungkasnya. (Arf)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....