Bupati Kapuas Hulu Lestarikan Kearifan Lokal lewat Tradisi Menugal

  • 08 Sep 2026 18:43 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Kapuas Hulu – Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan, turun langsung membaur bersama masyarakat Desa Nanga Awin, Kecamatan Putussibau Utara, dalam kegiatan menugal ladang, Sabtu 5 Agustus 2026. Kehadiran Bupati dalam tradisi menanam padi secara tradisional tersebut menjadi bentuk kedekatan pemerintah daerah dengan masyarakat sekaligus upaya menjaga kearifan lokal yang masih hidup di tengah masyarakat.

Dengan mengenakan pakaian sederhana, Bupati Kapuas Hulu ikut menugal bersama warga di ladang. Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan, di mana masyarakat secara bergotong royong menjalankan tahapan berladang yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Fransiskus Diaan mengatakan, menugal merupakan salah satu kearifan lokal masyarakat Kapuas Hulu yang masih dipertahankan hingga saat ini. Tradisi tersebut tidak hanya dikenal di kalangan masyarakat Dayak, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Melayu dalam menjalankan aktivitas berladang.

“Ini merupakan salah satu kearifan lokal masyarakat Kabupaten Kapuas Hulu, baik suku Dayak maupun suku Melayu. Menugal ini juga merupakan bagian dari proses berladang,” ujar Fransiskus Diaan.

Menurutnya, tradisi menugal telah dilakukan masyarakat sejak dahulu dan terus dilestarikan hingga sekarang. Selain menjadi bagian dari proses bercocok tanam, kegiatan tersebut juga mencerminkan semangat kebersamaan dan gotong royong yang menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat di Kapuas Hulu.

Fransiskus Diaan berharap tradisi menugal dan berbagai kearifan lokal lainnya tetap dijaga oleh generasi muda. Pelestarian tradisi tersebut dinilai penting agar budaya masyarakat Kapuas Hulu tetap hidup dan menjadi bagian dari identitas daerah yang diwariskan dari generasi ke generasi. (din)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....