Hotspot Karhutla Menurun, Dandim Sintang Tekankan Kecepatan Respons dan Sinergi
- 05 Sep 2026 18:38 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang – Tren titik panas atau hotspot kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kalimantan Barat menunjukkan perkembangan positif. Penurunan tersebut menjadi hasil dari respons cepat, sinergi dan kolaborasi Satgas Darat bersama seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan Karhutla.
Hal tersebut disampaikan Komandan Kodim (Dandim) 1205/Sintang Letkol Arm Anggit Wijaksono menyikapi hasil perkembangan penanganan Karhutla yang dibahas dalam briefing pimpinan pada Sabtu.
Menurut Dandim, penurunan hotspot di sejumlah wilayah menjadi indikator bahwa upaya penanganan yang dilakukan secara terpadu mulai menunjukkan hasil. Namun, kondisi tersebut tidak boleh membuat seluruh pihak lengah, mengingat potensi munculnya titik api baru masih dapat terjadi.
“Alhamdulillah, berdasarkan perkembangan yang kita terima, terjadi tren positif dengan adanya penurunan titik hotspot Karhutla di wilayah jajaran. Ini tentunya tidak terlepas dari kecepatan respons Satgas di lapangan, sinergi dan kolaborasi seluruh unsur dalam penanganan Karhutla,” ujar Dandim, Sabtu, 5 September 2026.
Ia menjelaskan, penanganan Karhutla membutuhkan kecepatan dalam merespons setiap laporan maupun indikasi munculnya titik api. Satgas Darat bersama TNI, Polri, pemerintah daerah, masyarakat dan unsur terkait terus melakukan pemantauan serta penanganan di wilayah yang berpotensi terjadi kebakaran.
“Yang paling penting adalah bagaimana kita bersama-sama menjaga tren positif ini. Setiap ada laporan kebakaran harus segera direspons, sehingga api dapat dikendalikan sebelum meluas. Sinergi di lapangan harus terus diperkuat,” katanya.
Dandim juga mengapresiasi seluruh personel yang tetap bekerja di lapangan menghadapi berbagai tantangan dalam penanganan Karhutla, termasuk kondisi medan yang sulit dan lahan gambut yang membutuhkan penanganan secara khusus.
Menurutnya, keberhasilan menekan hotspot bukan hanya hasil kerja satu pihak, melainkan buah dari kerja bersama seluruh unsur yang tergabung dalam penanganan Karhutla.
“Ini kerja bersama. TNI, Polri, pemerintah daerah, masyarakat dan seluruh unsur terkait harus terus bergerak dalam satu tujuan, yaitu mencegah Karhutla meluas dan melindungi masyarakat serta lingkungan,” ujarnya.
Meski tren hotspot menunjukkan penurunan, Dandim mengingatkan jajarannya untuk tetap meningkatkan kewaspadaan. Pemantauan wilayah rawan serta respons cepat terhadap setiap kejadian harus terus dilakukan untuk mempertahankan kondisi tersebut.
Ia juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam pencegahan Karhutla dengan tidak melakukan pembakaran lahan dan segera melaporkan apabila menemukan adanya titik api.
“Jangan sampai kita lengah. Tren penurunan ini harus kita pertahankan. Dengan kecepatan respons, sinergi dan kolaborasi yang terus diperkuat, kita optimistis penanganan Karhutla dapat semakin maksimal,” kata Dandim. (ril/Sta)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....